Konten dari Pengguna

Interaksi Asosiatif: Penjelasan dan Bentuk-bentuknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif. Sumber: Unsplash

Interaksi asosiatif adalah interaksi sosial yang mengarah kepada persatuan dan kesatuan antaranggota.

Dikutip dari buku Pengenalan Sosiologi, interaksi sosial asosiatif merupakan interaksi sosial yang mengarah ke bentuk asosiasi atau persatuan, saling mengikat, atau bersekutu.

Ada berbagai bentuk dari interaksi sosial asosiatif. Apa saja?

Bentuk Interaksi Asosiatif

Ilustrasi Interaksi Asosiatif. Sumber: Unsplash

Berikut adalah berbagai bentuk interaksi asosiatif:

1. Kerja Sama

Bentuk pertama dari interaksi asosiatif adalah kerja sama. Kerja sama merupakan usaha bersama antarindividu atau kelompok demi mencapai tujuan yang sama. Di dalamnya, antarpihak akan saling membantu dan mendukung.

Adapun bentuk kerja sama yang dikategorikan berdasarkan pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  • Kerukunan atau gotong royong adalah bentuk kerja sama secara sukarela untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan orang di dalamnya.

  • Bargaining, yaitu kegiatan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa di antara dua atau lebih organisasi.

  • Kooptasi adalah prosedur penerimaan unsur baru pada kepemimpinan dan pelaksanaan ketatanegaraan organisasi.

  • Koalisi adalah kombinasi antara dua atau lebih organisasi untuk mencapai tujuan yang sama.

  • Joint venture adalah bentuk kerja sama dalam proyek khusus, seperti perhotelan atau pengeboran minyak.

2. Akomodasi

Akomodasi merupakan proses penyesuaian oleh individu atau kelompok yang seluruh anggotanya berkonflik demi mengatasi ketegangan. Tujuannya adalah untuk menciptakan keseimbangan dengan nilai yang sudah ada di lingkungan masyarakat.

Adapun bentuk dari akomodasi adalah sebagai berikut:

  • Koersi, yaitu adanya paksaan kehendak dari satu pihak kepada pihak yang lemah dan didominasi suatu kelompok atas kelompok lain.

  • Kompromi, yaitu pihak yang terlibat di dalam perselisihan dan meredakan tuntutan supaya tercapai penyesuaian.

  • Arbitrase, yaitu bentuk akomodasi yang terjadi karena terdapat pihak yang berselisih serta tidak mampu mencapai kompromi.

3. Asimilasi

Bentuk interaksi asosiatif berikutnya adalah asimilasi. Asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai adanya upaya untuk mempersempit perbedaan antarindividu maupun kelompok.

Proses asimilasi juga merupakan penggabungan dua budaya untuk menjadi satu budaya. Namun, tentu saja proses tersebut tidak mudah. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya, yaitu:

  • Sikap toleransi.

  • Kesempatan di bidang ekonomi.

  • Sikap terbuka.

  • Perkawinan campuran.

  • Adanya musuh bersama.

  • Pengetahuan.

  • Perbedaan ciri fisik.

Itu dia sekilas penjelasan mengenai interaksi asosiatif.(LAU)