Interaksi Sosial Asosiatif: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Interaksi sosial pasti dialami oleh setiap manusia. Pasalnya, manusia tidak bisa hidup sendirian. Salah satu bentuk dari interaksi di masyarakat adalah interaksi sosial asosiatif yang salah satunya mengarah pada kerja sama.
Mengenal Interaksi Sosial Asosiatif
Manusia selalu membutuhkan interaksi dengan orang lain dan tidak bisa hidup sendirian. Salah satu bentuk proses sosial manusia adalah interaksi sosial asosiatif yang bersifat menyatukan.
Mengutip buku Explore Ilmu Pengetahuan Sosial karya Mulya dkk, interaksi sosial asosiatif merupakan interaksi yang mengarah pada bentuk persatuan dan bersifat saling menguntungkan antara individu satu dengan yang lain.
Interaksi sosial asosiatif memiliki beberapa manfaat seperti memunculkan persatuan, kesatuan, solidaritas, hingga dapat mengatasi konflik yang terjadi pada tiap individu dan kelompok.
Selain itu, interaksi sosial asosiatif juga mencakup beberapa hal, yakni kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi. Berikut ini penjelasan masing-masing bentuknya.
1. Kerja Sama
Kerja sama merupakan usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Interaksi ini muncul ketika orang-orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama, pada waktu yang bersamaan pula.
Kerja sama dibagi menjadi beberapa bentuk, yakni perundingan (bargaining), kooptasi (cooptation), koalisi (coalition), usaha bersama (join venture), dan kerukunan. Lima bentuk ini penting untuk menjalin kerja sama yang baik sehingga berhasil mencapai keinginan bersama.
2. Akomodasi
Akomodasi merupakan suatu proses ketika tiap individu atau kelompok yang awalnya saling bertentangan, kemudian menyesuaikan diri dan saling mengatasi ketegangan yang ada.
Tujuan dari akomodasi sendiri adalah mengatasi ketegangan atau menyelesaikan masalah yang terjadi pada tiap individu atau kelompok.
Akomodasi dibagi menjadi 10 bentuk, yakni toleransi, kompromi, konsiliasi, mediasi, arbitrase, koersi, stalemate, ajudikasi, segregasi, dan gencatan senjata.
3. Asimilasi
Asimilasi adalah usaha untuk mengurangi perbedaan yang ada di tiap individu atau kelompok. Fungsinya adalah menyamakan sikap, pemikiran, dan tindakan demi mencapai kepentingan dan tujuan bersama.
4. Akulturasi
Proses penerimaan budaya asing menjadi bagian dari suatu kelompok tanpa menghilangkan unsur budaya asli kelompok tersebut.
Contoh dari interaksi sosial asosiatif di dunia nyata adalah:
Para warga saling gotong royong untuk membersihkan gorong-gorong di daerah mereka
Tim sepak bola saling bekerja sama untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan
Berteman dengan siapa saja tanpa memandang status, agama, dan ras
Menghargai setiap perbedaan pendapat dan berusaha menemukan jalan keluarnya
Demikian penjelasan mengenai interaksi sosial asosiatif beserta contohnya. (raf)
