Konten dari Pengguna

Isi Konvensi Kanagawa, Perjanjian Perdamaian Tahun 1854

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Isi Konvensi Kanagawa. Sumber: Pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Isi Konvensi Kanagawa. Sumber: Pexels.com/Pixabay

Perjanjian sering kali menjadi solusi perdamaian bagi dua atau para pihak yang berseteru, contohnya Konvensi Kanagawa. Isi Konvensi Kanagawa adalah perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dengan Jepang yang terjadi pada tahun 1854.

Selain menjadi perjanjian perdamaian, konvensi tersebut juga menjadi titik awal keterbukaan Jepang. Konvensi Kanagawa membuat Jepang membuka mata bahwa negaranya ternyata sangat terbelakang jika dibandingkan dengan negara-negara Barat.

Isi Konvensi Kanagawa, Perjanjian Tahun 1854

Ilustrasi Isi Konvensi Kanagawa. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Jepang dan Amerika Serikat merupakan dua negara yang pernah mengalami selisih paham. Keduanya telah melakukan berbagai macam cara untuk mengatasi perselisihan.

Salah satu contoh adalah membuat kesepakatan perdamaian. Mengutip dari buku Sejarah Asia Timur, Wicaksono (2023: 256), kesepakatan perdamaian dan persahabatan yang ditandatangani pada tanggal 31 Maret 1854 disebut sebagai Konvensi Kanagawa

Secara umum, isi Konvensi Kanagawa adalah perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat. Mengutip dari buku yang sama, beberapa klausul yang terdapat dalam Konvensi Kanagawa, yaitu:

  • Pembukaan dua pelabuhan yang berlokasi di Hakodate dan Shimoda untuk keperluan pembekalan ulang dan pengisian bahan bakar kapal-kapal pemburu paus milik Amerika.

  • Jepang diharuskan memberi perlakuan baik terhadap kapal Amerika yang karam serta dilarang menjarah muatan di dalamnya.

  • Konsulat Amerika diperbolehkan mendirikan tempat tinggal di barat daya Edo atau tepat di Semenanjung Izu.

  • Jepang diperbolehkan mempertahankan kebijakannya untuk melarang kegiatan perdagngan dengan bangasa Barat.

Titik Balik Jepang dari Keberadaan Konvensi Kanagawa

Ilustrasi Isi Konvensi Kanagawa. Sumber: Pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Setiap perjanjian tentu mempunyai isi serta klausul masing-masing, termasuk Konvensi Kanagawa. Selain mempunyai isi dan klausul, faktanya konvensi tersebut merupakan titik balik dari Jepang.

Secara umum, Konvensi Kanagawa berisi tentang kesediaan Jepang untuk membuka diri terhadap Barat. Mengutip dari buku Indonesia 2030 Sejuta Indonesia di Jantung Dunia, Sasongko (2020: 24), konvensi tersebut mengakhiri kebijakan tertutup Jepang yang telah berlangsung selama 200 tahun.

Selain itu, Konvensi Kanagawa juga membuat Jepang membuka mata bahwa bangsanya sangat terbelakang jika dibandingkan dengan negara-negara Barat. Kondisi itu membuat Jepang mempunyai keinginan untuk mengejar ketinggalan.

Kini, jelas bahwa isi Konvensi Kanagawa adalah perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dengan Jepang. Selain menjadi perjanjian, konvensi tersebut juga membuat Jepang lebih terbuka dan ingin mengejar ketinggalan. (AA)