Konten dari Pengguna

Isi Perjanjian Bongaya untuk Arung Palakka beserta Sejarahnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi isi perjanjian bongaya. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi isi perjanjian bongaya. Sumber: pixabay

Perjanjian Bongaya adalah perjanjian yang berisikan tuntutan VOC dan Arung Palakka terhadap Kerajaan Gowa di abad ke-17. Oleh karena itu, isi perjanjian bongaya untuk arung palakka beserta sejarahnya perlu diketahui.

Dikutip dari buku Arung Palakka: Biografi dan Perjuangannya dari Tanah Bugis karya Johan Setiawan, perjanjian Bongaya merupakan titik akhir dari Perang Makassar yang meletus mulai tahun 1666. Perang ini berlangsung tiga tahun lamanya hingga tahun 1669.

Pada artikel ini, akan dijelaskan isi perjanjian bongaya untuk arung palakka beserta sejarahnya

Sejarah Perjanjian Bongaya

Ilustrasi isi perjanjian bongaya. Sumber: pixabay

Gowa termasuk kerajaan yang memiliki kekuatan militer besar. Oleh karena itu, Gowa masih menjadi penghalang terbesar bagi VOC untuk memonopoli pusat perdagangan di wilayah Sulawesi Selatan.

VOC bermaksud untuk menghancurkan Gowa dari dalam kerajaan dengan politik adu domba atau disebut devide et impera. VOC segera menjalin kerja sama dengan Arung Palaka, seorang pangeran Bugis dari Kerajaan Bone.

Serangan VOC kepada Gowa di tahun 1660 memaksa Raja Gowa, Sultan Hasanuddin menyetujui perjanjian perdamaian di pada tahun 1660.

Nyatanya, perjanjian perdamaian tersebut tidak dapat mengakhiri permusuhan, terlebih setelah Sultan Hasanuddin mengetahui pihak VOC memberi jaminan perlindungan kepada Arung Palaka.

Dalam keadaan genting tersebut, Arung Palakka mengajukan usul cease fire pada Sultan Hasanuddin. Karena perang menjatuhkan banyaknya korban dari pihak Gowa, Sultan Hasanuddin akhirnya terpaksa menerimanya.

Tanggal 18 November 1667 dilangsungkan perjanjian Bongaya atau Bungaya Tractaat dan Sultan Hasanuddin pun menandatangani perjanjian tersebut.

Isi Perjanjian Bongaya untuk Arung Palakka

Berikut poin-poin yang penting dari isi perjanjian Bongaya untuk Arung Palakka:

  • Buton dibebaskan dari wilayah Gowa.

  • Ternate dibebaskan dari Gowa, yang meliputi Pulau Sula, Selayar, Muna Utara, dan lain-lain.

  • Gowa melepaskan wilayah Bone, Luwu dan Soppeng.

  • Mengakui telah melepaskan Raja Layu, Bangkala.

  • Semua negeri-negeri yang dikalahkan sekutu Arung Palakka, dari Bulo-Bulo sampai dengan Bungaya menjadi hak milik sekutu.

  • Gowa akan melepaskan haknya atas wilayah Wajo, Bulo-Bulo, Mandar dan mereka perlakukan menurut kemauan dari sekutu.

Demikian penjelasan mengenai isi Perjanjian Bongaya untuk Arung Palakka beserta dengan penjelasan sejarahnya. (ARH)