Konten dari Pengguna

Isi Teori Brahmana Lengkap dengan Tokoh-tokohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Brahmana. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Brahmana. Foto: Pexels

Indonesia memiliki agama resmi yang lebih dari satu, salah satunya agama Hindu-Buddha. Sejarah agama Hindu-Buddha diketahui dari berbagai teori seperti teori Brahmana. Namun, hingga kini masih banyak yang belum tahu apa saja isi dari teori Brahmana di Indonesia.

Padahal, teori Brahmana merupakan salah satu teori penting yang penuh dengan sejarah masuknya Hindu-Buddha di Indonesia. Pada awalnya, teori ini datang dari pendeta dalam misi menyebarkan agama.

Kedatangan teori ini juga menjadi salah satu bukti adanya akulturasi budaya. Untuk mengetahui teori Brahmana secara lebih lengkap, simak penjelasan berikut ini.

Isi Teori Brahmana Lengkap

Ilustrasi isi teori Brahmana yang membahas tentang masuknya agama Hindu. FotoL Pexels

Dikutip dari Buku Pocket Shortcut SMA SOSHUM karya Tim Solusi Cerdas, berikut terdapat isi teori Brahmana lengkap dengan tokoh di dalamnya.

1. Isi dari Teori Brahmana

Teori Brahmana menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dilakukan oleh kaum Brahmana. Mulanya, kedatangan kaum Brahmana ke Indonesia memiliki tujuan untuk memenuhi undangan kepala suku yang tertarik dengan agama Hindu.

Kaum Brahmana ini datang ke Indonesia dan mulai mengajarkan agama Hindu ke Indonesia.

2. Bukti-Bukti Adanya Teori Brahmana

Ada banyak teori yang masuk ke Indonesia, tetapi hanya teori Brahmana yang sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Bukti-bukti tersebut antara lain:

  • Agama Hindu bukan agama modifikasi karena keagamaan menjadi monopoli kaum brahmana. Sehingga, hanya golongan Brahmana yang mampu dan berhak menyiarkan agama Hindu.

  • Prasasti India pertama berbahasa Sansekerta, sedangkan di India bahasa tersebut hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan. Jadi, kaum Brahmana yang lebih mengerti penggunaan bahasa tersebut.

3. Tokoh-Tokoh Teori Brahmana

  • Resi Agastya, tokoh teori Brahmana yang terkenal dengan jasa-jasanya ketika menyebarkan agama Hindu di berbagai daerah Indonesia.

  • Mpu Bharadah sebagai pendeta asal kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Airlangga.

  • Mpu Tantular yang merupakan seorang resi yang pujangganya ternama dan karyanya bernama Sutasoma.

  • Dang Hyang Nirartha, tokoh Brahmana legendaris di Bali yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Dang Hyang Nirartha merupakan seorang tokoh agama Hindu yang menyebarkan agama hingga ke Bali.

Isi teori brahmana secara garis besar adalah teori tentang penyebaran agama Hindu Buddha di Indonesia. Ada banyak sekali tokoh dari teori brahmana yang sudah seharusnya diketahui sesuai penjelasan tersebut.

Baca Juga: Kelebihan Teori Brahmana dalam Penyebaran Agama Hindu dan Buddha

Masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara

Ilustrasi masuknya ajaran Hindu-Buddha ke Indonesia. Foto: Pexels

Proses masuknya agama Hindu-Buddha ke Nusantara dimulai dari hubungan perdagangan antara Indonesia dan India. Sejak awal masehi, Indonesia sudah menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang strategis, yaitu menjadi jalur penghubung antara India dan Tiongkok.

Dari hubungan pelayaran dan perdagangan itulah, pengaruh Hindu-Buddha yang berasal dari India berkembang hingga ke Indonesia. Meski begitu, tidak diketahui pasti mengenai kapan dan bagaimana proses masuknya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Oleh sebab itu, sejumlah ahli sejarah mengungkapkan beberapa pendapat atau teori mengenai proses masuknya kebudayaan kedua agama tersebut ke Indonesia.

Dikutip dari Top No, 1 Ulangan Harian SMP/MTS Kelas 7 oleh Tim Guru Indonesia (2015: 380-381), berikut adalah beberapa teori yang membahas tentang proses masuknya agama Hindu-Buddha ke Nusantara.

Teori Ksatria

Teori Ksatria dikemukakan oleh R. C. Majumdar, J. L. Moens, C. C. Berg, dan Mookerji. Teori ini mengungkapkan bahwa agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia disebarkan oleh golongan prajurit atau ksatria dari India.

Pada zaman dahulu, India sering mengalami peperangan antarkerajaan. Prajurit yang kalah perang banyak yang melarikan diri sampai ke Indonesia dan mendirikan kerajaan-kerajaan melalui penaklukan.

Dalam perkembangannya, mereka pun kemudian menyebarkan ajaran dan kebudayaan Hindu-Buddha pada masyarakat lokal di Nusantara.

Teori Waisya

Teori Waisya dikemukakan oleh N. J. Krom. Teori ini menyatakan bahwa proses masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara dilakukan oleh golongan waisya atau para pedagang.

Alasannya, mereka adalah orang-orang yang memungkinkan untuk tinggal di Indonesia sementara waktu saat berdagang, sambil menunggu pergantian musim angin yang akan membawa kapal mereka kembali ke India.

Teori Arus Balik

Teori Arus Balik dikemukakan F. D. K. Bosch. Teori ini menyatakan bahwa penyebaran Hindu-Buddha dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang pergi ke India lalu mempelajari ajaran dan budaya kedua agama tersebut di sana.

Selain pedagang dari India yang menyebarkan agama, pedagang Indonesia juga pergi ke India pada awalnya untuk berdagang. Ketika menunggu bergantinya arah angin yang akan membawa mereka kembali ke Indonesia, mereka singgah sementara waktu di India.

Selama di India, para pedagang Indonesia mendalami ajaran agama dari penduduk lokal di sana. Setelah kembali ke Indonesia, mereka kemudian mulai menyebarkan agama yang diperoleh kepada masyarakat sekitar.

(DSI & SFR)