Konten dari Pengguna

Istilah Kekerabatan dalam Suku Bangsa Batak yang Unik

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi istilah kekerabatan dalam suku bangsa Batak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi istilah kekerabatan dalam suku bangsa Batak. Foto: Pixabay

Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa khas daerah masing-masing, termasuk istilah kekerabatan dalam suku bangsa Batak.

Artikel di bawah ini akan membahas tentang istilah kekerabatan dalam suku bangsa Batak yang sangat beraneka macam jenisnya.

Istilah Kekerabatan dalam Suku Bangsa Batak

Ilustrasi istilah kekerabatan dalam suku bangsa Batak. Foto: Pixabay

Dalam buku Budaya Masyarakat Perbatasan karya Renggo dan Sigit, dituliskan bahwa secara garis besar, masyarakat Batak terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Toba dan Pak Pak Dairi.

Kelompok Toba terbagi lagi menjadi beberapa sub kelompok, yakni Toba, Angkola, Mandailing, dan Simalungun. Sedangkan, kelompok Pak Pak Dairi terbagi lagi menjadi sub kelompok, yaitu Dairi, Karo, Alas, dan Gayo.

Aspek utama yang membedakan keduanya adalah bahasa yang digunakan. Kelompok Dairi mengenal bunyi pepet, sedangkan kelompok Toba tidak memiliki bunyi pepet.

Adapun istilah kekerabatan dalam suku bangsa Batak, antara lain:

  • Amang : ayah yang diucapkan oleh anak laki-laki dan perempuan.

  • Amang Boru : suami dari saudara perempuan ayah atau mertua laki-laki bagi wanita atau ayah suami.

  • Amang menek : suami dari adik perempuan ibu.

  • Amang na poso : wanita kepada anak laki-laki dari saudara laki-lakinya.

  • Amang na poso mulak : suami dari kakak ibu.

  • Amang uda : adik laki-laki ayah.

  • Anak : anak laki-laki.

  • Anak mulak : kakek terhadap anak laki-laki dari cucu laki-laki.

  • Anak namboru : anak laki-laki dari saudara perempuan.

  • Anggi : laki-laki kepada adik laki-laki.

  • Angkang : laki-laki pada saudara laki-laki yang lebih tua.

  • Angkang mulak : saudara perempuan dari kakek.

  • Bayo: timbal balik antara laki-laki dengan istri saudara laki-laki istri.

  • Bare / babare : anak laki-laki dari saudara perempuan kita.

  • Bere mulak : kakek dan nenek pada cucu anak perempuan.

  • Boru : anak perempuan.

  • Boru mulak : cucu perempuan kakak (dari anak laki-laki kakek) pada anak perempuan dari saudara perempuan kakek.

  • Boru tulang : anak perempuan dari saudara laki-laki ibu.

  • Eda : tutur timbal balik antara istri dengan saudara perempuan suami istri dengan istri dari saudara laki-laki istri.

  • Hela : tutur pada suami anak perempuan kita.

  • Iboto : tutur timbal balik antara laki-laki dan perempuan yang semarga.

  • Iboto mulak : tutur kakek pada boru dari anak laki-laki.

  • Iboto tamere : tutur timbal balik antara anak laki-laki dengan anak perempuan dari ibu yang bersaudara kandung.

  • Inang : tutur anak dan boru pada ibunya.

  • Hae : tutur laki-laki pada anak laki-laki inang boru anak namboru.

  • Pahompu : cucu.

  • Pamere : hubungan kekerabatan antara anak dan botu dari ibu yang bersaudara kandung.

  • Pareban : tutur dari di laki-laki yang istrinya bersaudara kandung.

  • Tulang : tutur pada saudara laki-laki ibu.

  • Tunggare : saudara laki-laki istri.

Demikian adalah pembahasan mengenai istilah kekerabatan dalam suku bangsa Batak yang masih banyak lagi jenisnya.