Jenis-jenis Mitigasi Bencana untuk Mengurangi Resiko Bencana

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis mitigasi bencana memiliki karakteristik dan bentuk yang berbeda sesuai dengan bencana yang terjadi.
Secara harfiah, mitigasi bencana adalah kemampuan untuk mengurangi resiko bencana yang dilakukan melalui pembangunan fisik ataupun kesadaran dari masyarakat. Umumnya, langkah ini diperlukan untuk menurunkan resiko serta dampak dari bencana tersebut.
Lalu apa saja jenis-jenis mitigasi bencana yang dapat diterapkan? Simak pembahasannya dalam ulasan di bawah ini.
Jenis-jenis Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi resiko, dampak buruk, atau hal lain yang tidak diinginkan akibat dari peristiwa bencana.
Sementara itu, bencana merupakan rangkaian peristiwa yang dapat mengancam kehidupan manusia. Bencana terbagi dalam tiga kategori, yaitu bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial atau yang diakibatkan oleh manusia.
Mengutip buku Mitigasi Bencana karya Herman, dkk, ada dua jenis mitigasi bencana, yaitu:
1. Mitigasi Struktural
Mitigasi struktural adalah usaha untuk mengurangi bencana dengan membangun sarana dan prasarana fisik menggunakan teknologi. Sebagai contoh, pembangunan gedung tahan gempa dan alat pendeteksi aktivitas gunung berapi.
2. Mitigasi Non-Struktural
Mitigasi non-struktural adalah jenis mitigasi yang dilakukan selain pembangunan fisik. Biasanya mitigasi ini berbentuk peraturan pemerintah, terutama di wilayah rawan bencana. Tujuannya agar masyarakat bisa beraktivitas tanpa terlalu khawatir dan takut.
Contoh Mitigasi Bencana di Indonesia
Dikutip dari website resmi BPBD Kabupaten Bogor, ada beberapa contoh mitigasi yang ada di Indonesia, antara lain:
1. Mitigasi bencana tsunami
Mitigasi bencana tsunami bisa dilakukan dengan dua jenis sistem peringatan dini tsunami, yakni internasional dan regional. Di mana masing-masing mmeiliki tujuan untuk mencegah jatuhnya korban.
2. Mitigasi bencana gunung berapi
Mitigasi bencana gunung berapi bisa dilakukan dengan pemantauan aktivitas gunung berapi juga melibatkan pemetaan untuk mengetahui kawasan rawan bencana.
3. Mitigasi bencana gempa bumi
Mitigasi bencana gempa bumi terbagi menjadi tiga langkah, yaitu sebelum, saat terjadi, dan sesudah gempa. Beberapa contoh mitigasi, di antaranya membangun rumah sesuai aturan, jalur evakuasi, hindari penggunaan lift, dan tetap tenang.
4. Mitigasi tanah longsor
Mitigasi tanah longsor dilakukan untuk mengurangi dampak dengan berbagai cara, seperti terasering, penghijauan, dan hindari membangun rumah di daerah rawan bencana.
Demikian jenis-jenis mitigasi bencana untuk mengurangi resiko bencana. (SP)
