Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Wayang lan Titikane sebagai Budaya Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis wayang lan titikane. Sumber: Vladvictoria/pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis wayang lan titikane. Sumber: Vladvictoria/pixabay.com

Wayang adalah salah satu kesenian khas Indonesia yang dipertunjukkan dengan membawakan suatu cerita. Jenis-jenis wayang lan titikane ada beragam, seperti wayang kulit dan wayang golek.

Purbasari dalam Kajian Aspek Teknis, Estetis, dan Simbolis Warna Wayang Kulit Karya Perajin Wayang Desa Tunahan Kabupaten Jepara mengungkapkan bahwa wayang kulit adalah jenis wayang yang umumnya terbuat dari kulit binatang atau bahan kulit lainnya.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar jenis-jenis wayang lan titikane, simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Jenis-jenis Wayang lan Titikane

Ilustrasi jenis-jenis wayang lan titikane. Sumber: Tho-Ge/pixabay.com

Wayang adalah budaya asli Indonesia yang dulunya berfungsi sebagai pengiring upacara religius maupun dalam proses pemujaan terhadap nenek moyang. Bukan hanya itu, wayang juga menjadi sarana dakwah para ulama zaman dahulu.

Adapun beberapa jenis-jenis wayang lan titikane atau ciri-cirinya adalah:

1. Wayang Kulit

Salah satu jenis-jenis wayang adalah wayang kulit. Umumnya, jenis wayang ini berasal dari bahan kulit, seperti kulit kambing, kerbau, maupun sapi. Seni wayang kulit ini banyak dijumpai di masyarakat Jawa, khususnya Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Mayoritas pertunjukan wayang kulit menampilkan cerita Babad Purwa, seperti Mahabharata serta Ramayana. Tujuan pertunjukan wayang kulit saat ini adalah sebagai pengiring upacara adat dan hiburan. Adapun beberapa contoh wayang kulit adalah wayang kulit Gagrag Yogyakarta, Gagrak Surakarta, Gagrag Banyumas, wayang kulit Banjar, serta wayang Bali.

2. Wayang Golek

Wayang golek juga termasuk sebagai jenis wayang yang ada di Indonesia. Jenis wayang golek berasal dari boneka kayu dan populer di kawasan Jawa Barat. Proses pewarnaan dalam wayang golek tergolong penting, karena mencerminkan setiap tokohnya.

Ciri-ciri wayang ini adalah dibuat dengan mengukir kayu lame atau albasiah. Umumnya, warna merah dalam wayang ini mencerminkan angkara murka, amarah, serta keberingasan.

3. Wayang Beber

Jenis-jenis wayang selanjutnya adalah wayang beber. Wayang ini muncul serta berkembang sebelum masuknya Islam ke Indonesia. Hal itu membuatnya menjadi salah satu wayang tertua di Indonesia. Ciri-ciri wayang ini adalah bentuknya berupa lembaran-lembaran atau beberan.

4. Wayang Wong

Jenis-jenis wayang berikutnya adalah wayang wong atau wayang orang. Ciri-ciri wayang wong adalah dimainkan langsung oleh manusia. Wayang ini menampilkan pertunjukan seni drama tari dengan membawakan kisah Mahabharata maupun Ramayana.

5. Wayang China

Jenis wayang lainnya adalah wayang China. Hal ini berkaitan dengan keberadaan masyarakat China di Indonesia. Ciri-ciri wayang China adalah membawakan cerita roman terkait sejarah China dan berisi tentang perang batin.

6. Wayang Potehi

Jenis wayang yang terakhir adalah wayang potehi. Wayang ini berasal dari budaya Tionghoa. Ciri khas wayang potehi adalah berbentuk boneka kain dan dalang memainkannya dengan memasukkan tangan ke dalam kantong wayang.

Demikian informasi mengenai jenis-jenis wayang lan titikane yang perlu dipahami. [ENF]