Konten dari Pengguna

Jenis Kebijakan Moneter dan Penjelasan Singkatnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis kebijakan moneter. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis kebijakan moneter. Foto: Pexels

Jenis kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral di suatu negara dalam bentuk pengaturan persediaan uang untuk mencapai tujuan tertentu.

Jenis kebijakan moneter yang utama ada dua, yakni kebijakan moneter ekspansif dan kontraktif. Ingin tahu penjelasan lebih lanjut? Simak pembahasannya melalui artikel di bawah ini.

Jenis Kebijakan Moneter

Ilustrasi jenis kebijakan moneter. Foto: Pexels

Berdasarkan situs resmi Bank Indonesia, dikatakan bahwa kebijakan moneter memiliki tujuan utama mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, juga ikut menjaga stabilitas sistem keuangan.

Segala hal ini dimaksudkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sejalan dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Berikut dua jenis kebijakan moneter dan pembahasannya secara singkat, yaitu:

Kebijakan Moneter Ekspansif

Disebut juga Monetary Expansive Policy, yang berarti tindakan untuk merangsang pemulihan ekonomi bila terjadi resesi. Kebijakan ini dikenal juga dengan kebijakan moneter akomodatif.

Contohnya, Bank Indonesia akan menurunkan tingkat suku bunga pada masa pandemi. Tujuannya untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Kebijakan Moneter Kontraktif

Disebut juga Monetary Contractive Policy, yang berarti tindakan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek di tingkat yang lebih tinggi dari biasanya atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

Tujuannya adalah untuk mengurangi pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek dan menurunkan tingkat inflasi. Namun, kebijakan ini juga dapat memicu resesi.

Selain itu, dampak buruknya juga dapat meningkatkan jumlah pengangguran dan mengurangi pinjaman juga pengeluaran oleh konsumen maupun bisnis.

Kemudian, kebijakan moneter juga menggunakan instrumen pengendalian moneter, baik langsung atau tidak langsung. Beberapa instrumen kebijakan moneter, antara lain:

  1. Kebijakan Diskonto (Discount Rate), yang digunakan untuk mengukur tingkat suku bunga bank, dimana peredaran uang dapat diatur sedemikian rupa.

  2. Operasi Pasar Terbuka, merupakan instrumen bila pemerintah mengontrol peredaran uang melalui penjualan atau pembelian surat-surat berharga pemerintah.

  3. Kebijakan Rasio Cadangan Wajib, digunakan saat Bank Indonesia berusaha mengurangi atau menambah cadangan kas uang bank dengan mengedarkan atau menarik uang melalui pinjaman.

  4. Penetapan Suku Bunga Acuan, dilakukan dengan Bank Indonesia yang mengendalikan peredaran uang melalui penetapan suku bunga yang menjadi acuan bagi bank umum di seluruh Indonesia dalam menjalankan aktivitasnya.

  5. Himbauan Moral, dilakukan dengan Bank Indonesia sebagai bank sentral memberikan himbauan kepada seluruh bank umum untuk menjalankan kebijakan penurunan atau peningkatan suku bunga pinjaman.

Demikian berbagai jenis kebijakan moneter sekaligus instrumen yang sering diterapkan. (SP)