Jenis Wayang Kulit Bambu dan Ciri-cirinya yang Perlu Dipahami

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis wayang kulit bambu adalah kesenian wayang yang berasal dari Kota Hujan, Bogor. Berbeda dengan jenis wayang lain yang umumnya berasal dari kayu atau kulit, wayang bambu ini terbuat dari kulit atau batang bambu.
Rachmiati dalam Perkembangan Kesenian Wayang Bambu di Kota Bogor Tahun 2000-2017 menjelaskan jika wayang bambu adalah kesenian wayang yang biasanya dipertunjukkan sebagai hiburan maupun edukasi untuk masyarakat.
Apabila ingin mengetahui informasi lain mengenai jenis wayang kulit bambu, simak penjelasannya di artikel ini.
Jenis Wayang Kulit Bambu
Jenis wayang kulit bambu adalah salah satu kesenian wayang yang berasal dari Jawa Barat, tepatnya Bogor. Wayang ini termasuk langka dan jarang dijumpai. Meskipun demikian, kesenian wayang bambu masih berkembang sampai kini.
Pada umumnya, wayang berasal dari bahan kayu maupun kulit. Akan tetapi, wayang bambu menggunakan bahan dasar bambu sampai akhirnya disulap menjadi bentuk wayang oleh pengrajin di Bogor.
Bentuk wayang bambu ini mirip dengan wayang golek, tetapi berbeda dari segi bahannya. Bagian kepala wayang bambu dibuat dari bambu tipis yang kemudian dianyam tanpa dilukis. Hal itu menjadi keunikan tersendiri dari wayang bambu.
Di samping itu, wayang bambu menjadi salah satu seni tradisi buhun yang masih lestari hingga kini oleh seniman asal Bogor dari tahun 1930-an. Buhun sendiri merujuk pada tradisi masa lalu dari nenek moyang masyarakat Sunda.
Ciri-ciri Wayang Bambu
Selayaknya jenis wayang lainnya, wayang kulit bambu juga mempunyai ciri-ciri tersendiri yang membedakannya dengan jenis wayang lainnya. Adapun ciri-ciri wayang bambu adalah:
Wayang bambu berasal dari batang atau kulit bambu yang kemudian dianyam sampai membentuk wayang.
Wayang bambu menceritakan kehidupan sosial masyarakat zaman sekarang. Hal ini membuat nama-nama tokohnya juga tidak terikat pada tokoh-tokoh Punakawan maupun jenis wayang lainnya, tetapi pemilihan namanya cenderung bebas.
Tema cerita yang dibawakan menyesuaikan kondisi masyarakat saat ini, seperti etika, adab, maupun pendidikan.
Demikian informasi mengenai jenis wayang kulit bambu dan ciri-cirinya. [ENF]
