Julukan Kota Solo dan Fakta-Fakta Menariknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Julukan kota Solo yang paling populer di masyarakat adalah kota Budaya. Dikutip dari buku Selling With Character karya Hermawan Kartajaya dan Ardhi Ridwansyah, kota Solo identik dengan kebudayaan Jawa.
Lebih lanjut Hermawan Kartajaya dan Ardhi Ridwansyah menjelaskan, selain dijuluki sebagai kota Budaya, kota Solo juga dijuluki sebagai kota Batik dan kota Liwet. Julukan-julukan tersebut masih erat kaitannya dengan kebudayaan Jawa.
Julukan kota Solo dan Fakta Menarik
Kota yang terletak di Jawa Tengah bagian selatan ini selain disebut sebagai kota Solo juga sering disebut kota Surakarta.
Berikut beberapa fakta menarik tentang kota Solo yang bisa digunakan sebagai informasi untuk menambah wawasan tentang kota-kota yang ada di Indonesia.
Memiliki Dua Istana Bersejarah
Salah satu hal yang menarik dari kota Solo adalah memiliki dua istana bersejarah. Pertama istana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Keraton ini dibangun pada tahun 1744 oleh Susuhan Pakubuwono II. Keraton ini dijadikan sebagai pengganti keraton Kartasura yang telah hancur pada 1743 akibat pertengkaran dengan pecinan.
Keraton kedua adalah Istana Pura Mangkunegaran. Keraton atau istana ini dijadikan sebagai tempat tinggal para raja atau adipati. Istana ini dibangun oleh Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said.
Hingga saat ini Pura Mangkunegaran menjadi destinasi wisata bersejarah yang ramai dikunjungi orang.
Pasar Klewer dengan Catatan Sejarahnya
Ketika mendengar kata Solo sebagian orang langsung tertuju ingatannya pada pasar Klewer. Berdasarkan catatan sejarah, pasar klewer awal mulanya digunakan sebagai tempat pakretan atau tempat para tamu undangan memarkirkan keretanya.
Sebelum dikenal sebagai pasar klewer tempat tersebut dijuluki sebagai pasar Slompretan. karena terdapat banyak para pedagang yang menawarkan dagangannya ke pembeli. Dalam proses jual beli tersebut para pedagang biasanya menyampirkan dagangannya ke bahu hingga menjuntai ke bawah. Akhirnya munculah julukan pasar klewer.
Itulah julukan kota Solo dan fakta-fakta menariknya bisa digunakan sebagai referensi untuk menambah wawasan tentang kota budaya atau kota Solo.
(DAI)
