Konten dari Pengguna

Kaitan Antara Agama dan Negara dalam Penentuan Dasar Negara Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Kaitan Antara Agama dan Negara dalam Penentuan Dasar Negara Indonesia. Sumber: Yaomil Akbar/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Kaitan Antara Agama dan Negara dalam Penentuan Dasar Negara Indonesia. Sumber: Yaomil Akbar/Pexels.com

Indonesia merupakan negara majemuk karena mempunyai keberagaman suku dengan berbagai agama. Bahkan di Indonesia, terdapat 6 agama yang diakui, yakni Islam, Kristen. Katolik, Hindu. Buddha, dan Khonghucu.

Lantas, bagaimana kaitan antara agama dan negara dalam penentuan dasar negara Indonesia? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.

Kaitan Antara Agama dan Negara dalam Penentuan Dasar Negara Indonesia

Foto Hanya Ilustrasi: Kaitan Antara Agama dan Negara dalam Penentuan Dasar Negara Indonesia. Sumber: Ikhsanico Henda Pratama/Pexels.com

Hasse J dalam Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, Vol. 1 No. 2 berjudul Dinamika Hubungan Islam dan Agama Lokal di Indonesia: Pengalaman Towani Tolotang Di Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa agama yang mendapatkan perhatian penuh negara Indonesia sekarang ini hanya ada 6, yakni Islam, katolik, Hindu, Protestan, Konghucu, dan Budha).

Intervensi negara yang sangat kental terhadap agama dalam konteks Indonesia tidak bisa lepas dari bentuk negara yang dianut. Indonesia menyepakati dan menjadikan Pancasila sebagai dasar ideologinya. Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi tidak menjadikan Islam sebagai dasar negara.

Proses penetapan dasar negara dilaksanakan dengan pengkompromian antar agama yang diakui di Indonesia dengan kondisi riil bangsa yang serba majemuk, termasuk kemajemukan dalam beragama dan kepercayaan yang telah mengakar saat itu.

Musyawarah yang dilakukan diperoleh hasil mengukuhkan Pancasila sebagai dasar negara setelah melalui perdebatan yang panjang oleh pada pendahulu bangsa, meski aktor perumus yang terlibat kebanyakan beragama Islam.

Alasan yang digunakan sehingga memilih Pancasila sebagai dasar negara adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila telah mencerminkan nilai-nilai Islam itu sendiri sehingga secara substantif dianggap sangat islami, selain merupakan representasi dari keragaman bangsa yang sangat majemuk.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa antara agama dan negara saat penentuan dasar negara Indonesia saling berkaitan secara harmonis, dinamis, dan dialogis.

Meski keduanya mempunyai dominan berbeda, karena agama merupakan kebenaran absolut dan negara tentang kemasyarakatan. Namun, agama dan negara mempunyai kontribusi sama dalam mewujudkan tujuan negara yang sejahtera, adil, dan makmur.

Dampak Keterkaitan Negara dan Agama

Sikap negara yang tidak melepaskan agama dari kekuasaannya berdampak pada munculnya keinginan untuk memakai agama sebagai pendukung kekuasaan.

Agama sangat berpotensi dijadikan lahan subur untuk kepentingan politik sehingga agama pun sulit menampakkan wajah aslinya.

Dengan kondisi demikian, agama pun kemudian tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan sehingga dengan mudah agama dapat diperlakukan sesuai keinginan serta kepentingan penguasa.

Agama sering menjadi alat legitimasi kepentingan dan kekuasaan negara. Bahkan, negara dengan sangat mudah dapat melakukan berbagai tindakan dan keputusan dengan mengatasnamakan agama.

Demikian penjelasan tentang kaitan antara agama dan negara dalam penentuan dasar negara Indonesia. (eK)