Kapan Bangsa Portugis Sampai di Maluku? Inilah Sejarahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia adalah Portugis dan ingin menemukan Maluku demi mencari rempah-rempah. Lantas, kapan bangsa Portugis sampai di Maluku?
Purwanda dalam Hilangnya Hak Eksklusif Tanaman Rempah Asli Indonesia menyebutkan bahwa bangsa Portugis tiba di Indonesia sekitar abad ke-16 Masehi.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar kapan bangsa Portugis sampai di Maluku, simak selengkapnya di artikel ini.
Kapan Bangsa Portugis Sampai di Maluku?
Portugis adalah negara Eropa pertama yang berhasil masuk ke Indonesia dengan tujuan menguasai perdagangan rempah-rempah. Salah satu wilayah yang ingin dikuasai oleh Portugis adalah Maluku.
Lantas, kapan bangsa Portugis sampai di Maluku? Bangsa Portugis tiba di Ternate, Maluku pada abad ke-16 atau tahun 1512. Kala itu, Alfonso de Albuquerque, Gubernur Jenderal Portugis memgirimkan Antonio de Abreau dan Fransisco Serrao untuk melakukan perjalanan ke Maluku.
Semula, kedatangan Portugis di Maluku mendapatkan sambutan baik dari Raja Ternate, yakni Sultan Aby Lais demi membantu melawan Tidore.
Hal itu membuat Sultan Aby Lais turut berjanji akan memberikan cengkih setiap tahun kepada Portugis dengan syarat bangsa Portugis membangun benteng di Ternate.
Namun, permintaan Sultan Aby Lais ini baru dikabulkan pada masa pemerintahan Sultan Kaicil Abu Hayat atau raja Ternate setelahnya. Setelah itu, Kerajaan Ternate pun memperbolehkan Antonio de Brito untuk memulai pembangunan benteng Sao Paulo yang rampung pada 1522.
Pasca pembangunan benteng tersebut, Portugis dan Maluku mulai menjalin hubungan perdagangan. Sayangnya, lambat laun Portugis berkeinginan untuk menguasai seluruh wilayah Maluku.
Pertempuran antara Portugis dan Maluku
Setelah munculnya konflik perdagangan dan kekuasaan antara Portugis serta Maluku, akhirnya terjadi pertempuran besar. Hal itu dilatarbelakangi oleh terbunuhnya Sultan Khairun oleh prajurit Portugis.
Peristiwa tersebut pun membuat Sultan Baabullah, putra Sultan Khairun ingin melayangkan serangan balas dendam. Akhirnya, Sultan Baabullah bersama pasukannya mengepung Benteng Sao Paolo serta mengirimkan armada ke wilayah Ambon demi mengejar Portugis.
Ternyata, strategi tersebut memberikan hasil baik. Akhirnya, pada 28 Desember 1577, Portugis memutuskan untuk menyerah. Meskipun begitu, Portugis baru benar-benar meninggalkan Maluku pada 1605 setelah kalah dari Belanda.
Demikian beberapa informasi mengenai kapan bangsa Portugis sampai di Maluku dan sejarahnya. [ENF]
