Kapan Perjanjian AFTA Ditandatangani? Cek di Sini

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapan perjanjian AFTA ditandatangani? Pertanyaan ini banyak terdengar dari mereka yang mempelajari sejarah internasional. Pasalnya, perjanjian tersebut mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Dikutip dari buku Pelajaran Ekonomi oleh Bambang Prishardoyo, dkk., AFTA atau ASEAN Free Trade Area adalah wujud kesepakatan negara-negara ASEAN dalam membentuk kawasan perdagangan bebas untuk meningkatkan daya saing ekonomi.
Lantas, kapan perjanjian AFTA ditandatangani? Untuk mengetahui penjelasannya, simak uraian di bawah ini.
Kapan Perjanjian AFTA Ditandatangani?
Tujuan dari dibentuknya AFTA itu sendiri adalah untuk menyikapi berkembangnya ekonomi dunia pada 1980-an yang menyebabkan ketidakpastian internasional akibat perbahan yang cepat dan mendasar.
Selain itu, AFTA juga dibentuk untuk menjadi wadah dalam memajukan perekonomian negara-negara anggota ASEAN. Pasalnya, wilayah ASEAN membutuhkan persatuan demi meningkatkan daya saing bidang ekonomi terhadap berbagai negara di luar Asia Tenggara.
Dengan kata lain, AFTA didirikan sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan ASEAN serta menarik investasi dari asing. Selain itu, AFTA juga diharapkan dapat menjadikan ASEAN sebagai pusat produksi dunia supaya meningkatkan keunggulan negara ASEAN.
Perjanjian AFTA ditandatangani di Singapura pada 28 Januari 1992. Ketika itu, ASEAN mempunyai 6 anggota, yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Manfaat AFTA bagi Indonesia
Berdirinya AFTA tentu menjadi program yang memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Adapun manfaat atau keuntungan tersebut adalah sebagai berikut:
Memberi peluang ekspor komoditas pertanian.
Meningkatkan daya saing demi memajukan ekonomi Indonesia serta mendorong pelaku usaha supaya menghasilkan barang yang berkualitas dan dapat bersaing dalam pasar ASEAN.
Menantang Indonesia supaya menghasilkan komoditas kompetitif dalam pasar ASEAN.
Membuka peluang bagi pengusaha kecil maupun menengah supaya mengekspor barang produksinya sehingga mendapatkan pasar di luar negeri.
Menumbuhkan kesadaran pengusaha supaya mempunyai daya saing yang lebih kuat.
Dengan berbagai manfaat yang didapatkan dari terbentuknya AFTA, maka Indonesia mempunyai peluang lebih besar dalam memajukan ekonomi bangsa.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai kapan perjanjian AFTA ditandatangani.(LAU)
