Karakteristik Inflasi pada Tingkat Sedang dalam Ilmu Ekonomi

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap jenis inflasi yang terjadi dalam bidang ekonomi memiliki karakteristik tersendiri, baik itu inflasi ringan, sedang, berat, maupun sangat berat. Karakteristik inflasi pada tingkat sedang adalah terjadi sekitar 10% sampai dengan 30% per tahun.
Walaupun inflasi pada tingkat sedang belum membahayakan perekonomian negara, negara tetap perlu melakukan upaya untuk mengatasinya. Hal itu diperlukan agar inflasi tidak makin parah menjadi tingkat berat dan membuat kekacauan ekonomi.
Karakteristik Inflasi pada Tingkat Sedang
Inflasi sedang merupakan salah satu jenis inflasi yang dikategorikan berdasarkan tingkat keparahannya. Secara umum, inflasi tingkat sedang belum membahayakan kegiatan ekonomi di suatu negara.
Walaupun demikian, inflasi tingkat sedang tetap memiliki dampak yang nyata. Mengutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi, Parera (2021: 113), inflasi sedang dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat yang mempunyai penghasilan tetap.
Karakteristik inflasi pada tingkat sedang adalah inflasi yang terjadi berkisar antara 10% sampai dengan 30% per tahun. Persentase 30% sudah termasuk tinggi sehingga negara yang mengalami kondisi itu perlu segera melakukan upaya.
Tujuannya, agar kondisi perekonomian tidak menjadi makin buru dan mengacaukan kondisi ekonomi. Mengutip dari buku yang sama, Parera (2021: 113), inflasi berat berkisar antara 30% hingga 100% per tahun.
Jika sudah masuk ke tahap inflasi berat, inflasi sudah mengacaukan kondisi perekonomian. Pada kondisi tersebut, orang cenderung menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunga bank lebih rendah daripada laju inflasi.
Penyebab Terjadinya Inflasi
Setelah mengetahui karakteristik dari inflasi tingkat sedang dan gambaran kondisinya, sekarang adalah saat untuk mengetahui penyebab inflasi. Inflasi dapat terjadi karena dua hal, yakni tarikan permintaan atau desakan biaya.
Mengutip dari buku Pasti Bisa Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI, Tim Ganesha Operation (2018: 58 – 59), berikut adalah penjelasan tentang inflasi tarikan permintaan dan inflasi desakan biaya.
1. Inflasi Tarikan Permintaan
Inflasi tarikan permintaan terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi.
Kondisi tersebut kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi tersebut terjadi karena suatu kenaikan pada permintaan total saat perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment.
2. Inflasi Desakan Biaya
Inflasi desakan biaya terjadi akibat meningkatnya biaya produksi sehingga mengakibatkan harga produk yang dihasilkan ikut naik. Peningkatan biaya produksi dapat disebabkan oleh dua hal, yakni kenaikan harga dan kenaikan upah.
Berdasarkan ulasan di atas jelas bahwa karakteristik inflasi pada tingkat sedang adalah terjadi sekitar 10% - 30% per tahun. Layaknya inflasi lain, inflasi tersebut dapat terjadi akibat adanya kenaikan total atau peningkatan biaya produksi. (AA)
