Konten dari Pengguna

Kebab Berasal dari Negara Turki dan Arab, Ini Seluk-beluknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kebab Berasal dari Negara. Sumber: Unsplash.com/RDNE Stock project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kebab Berasal dari Negara. Sumber: Unsplash.com/RDNE Stock project

Kebab berasal dari negara Turki. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa hidangan daging panggang tersebut berasal dari Arab.

Perbedaan pendapat tersebut dapat terjadi karena menurut sejarahnya, kebab memang termasuk makanan khas dari wilayah Timur Tengah. Namun, fakta yang ada lebih menunjukkan bahwa kebab berasal dari Turki.

Kebab Berasal dari Negara Turki dan Arab

Ilustrasi Kebab Berasal dari Negara. Sumber: Unsplash.com/Mustafa Erdağ

Kebab merupakan salah satu makanan dari luar negeri yang populer, bahkan menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia. Hal itu dapat terjadi karena cita rasa daging panggang yang lezat, gurih, serta tekstur kulit kebab yang renyah di luar dan lembut di dalam.

Mengutip dari buku Sukses Wirausaha Gerobak Terlaris dan Tercepat Balik Modal, Pangestu (2014: 107) menjelaskan bahwa menurut sejarahnya, kebab berasal dari negara Turki. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa kebab berasal dari Arab dan dikenal dengan sebutan kabbeh.

Perbedaan pendapat tersebut umum terjadi karena kebab memang banyak ditemukan di wilayah Timur Tengah. Walaupun demikian, asal-usul kebab tetap mengacu pada fakta sejarah, yakni Turki.

Perkembangan Kebab dari Turki

Ilustrasi Kebab Berasal dari Negara. Sumber: Unsplash.com/Mike González

Turki merupakan negara yang menjadi asal dari kuliner daging panggang, yakni kebab. Pihak yang mempunyai peran besar dalam perkembangan kebab dari Turki adalah para pedagang.

Makanan khas tersebut mulai meluas ketika para pedagang Turki mengadakan kontak dengan masyarakat Kota Berlin di Jerman sekitar abad 18. Kondisi itu membuat sejumlah adaptasi pada kebab.

Semula, kebab merupakan daging yang dipanggang dan disajikan dengan roti pita, paprika, dan saus. Pada perkembangannya di Jerman, kebab mengalami penyesuaian dan percampuran sesuai dengan kebiasaan masyarakat Jerman.

Contohnya adalah kebab juga disajikan dengan aneka roti dan salad. Selain penyajiannya, pembuatan kebab pun mengalami peralihan dari menggunakan pemanggang tradisional menjadi menggunakan pemanggang elektrik atau gas.

Setelah menyimak pemaparan di atas, diketahui bahwa kebab berasal dari negara Turki. Adapun pihak yang berperan besar dalam menyebarluaskan kebab adalah para pedagang Turki yang melakukan kontak dengan masyarakat Kota Berlin, Jerman. (AA)