Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.102.2
Konten dari Pengguna
Kebaya Berasal dari Daerah Mana? Ketahui Faktanya di Sini
12 April 2024 21:23 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kebaya merupakan pakaian perempuan yang umumnya memiliki lengan panjang. Salah satu teori menyebutkan bahwa kebaya berasal dari Tiongkok.
ADVERTISEMENT
Namun, teori tersebut masih menjadi perdebatan karena ada teori lain. Teori lain itu menyatakan bahwa kebaya dari Arab dan diperkenalkan oleh Portugis.
Fakta tentang Asal-Usul Kebaya
Banyak orang Indonesia akan memikirkan bahwa kebaya merupakan pakaian tradisional negeri ini. Faktanya, ada banyak teori yang menjelaskan tentang asal-usul kebaya.
Dua contoh teori yang paling banyak menjadi pembahasan adalah teori yang menjelaskan bahwa pakaian tersebut berasal dari Arab dan teori yang menjelaskan pakaian berasal dari Cina. Berikut fakta mengenai asal-usul kebaya sebagai pakaian perempuan.
1. Berasal dari Arab
Mengutip dari buku 40 Desain Kebaya Modern, Faraz (2007: 6), Denys Lombard dalam bukunya yang berjudul “Nusa Jawa: Silang Budaya” mengatakan bahwa kebaya berasal dari bahasa Arab, yakni habaya.
ADVERTISEMENT
Arti habaya adalah pakaian labuh dengan belahan di bagian depan. Menurut teori tersebut, kebaya diperkenalkan melalui bahasa Portugis ketika bangsa Portugis mendarat di wilayah Asia Tenggara.
Seiring perkembangannya, kebaya kemudian memiliki arti sebagai pakaian atasan (blouse) pertama yang dipakai oleh perempuan Indonesia pada kurun abad ke-15 atau ke-16 Masehi. Pendapat Lombard dapat diterima berdasarkan analogi penelusuran linguistik.
2. Berasal dari Cina
Selain berasal dari Arab, ada pula teori yang mengungkapkan bahwa kebaya berasal dari Tiongkok atau Cina. Teori tersebut merujuk pada Kekaisaran Ming di Cina.
Mengutip dari buku yang sama, Faraz (2007: 6), sebagian orang percaya bahwa kebaya berkaitan dengan pakaian tunik perempuan pada masa Kekaisaran Ming di Cina. Pendapat tersebut kemudian mendapat dukungan dari fakta seputar migrasi Cina.
ADVERTISEMENT
Pada abad ke-13 sampai dengan abad ke-16, bangsa Cina pernah melakukan migrasi besar-besaran ke semenanjung Asia Selatan dan Tenggara. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang mendukung teori tersebut.
Setelah menyimak penjelasan di atas, diketahui bahwa kebaya berasal dari Tiongkok dan Arab. Setiap teori mempunyai argumen masing-masing sehingga setiap orang dapat membahas asal-usul kebaya berdasarkan teori-teori yang ada. (AA)