Kebijakan Daendels di Bidang Militer yang Menarik untuk Dipelajari

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada era kolonialisme di Hindia Belanda, salah satu tokoh yang memainkan peran penting dalam mengubah lanskap militer adalah Herman Willem Daendels.
Kebijakan Daendels di bidang militer merupakan titik balik dalam sejarah koloni bangsa Eropa di Indonesia.
Profil Singkat Daendels
Mengutip situs bataviadigital.perpusnas.go.id, Mr. Herman Willem Daendels, lahir pada 21 Oktober 1762 di Hattem, dia merupakan seorang politikus asal Belanda yang menjabat sebagai Gubernur-Jenderal Hindia-Belanda ke-36 selama periode 1808 hingga 1811.
Pada tahun 1806, Raja Belanda, Raja Louis (Koning Lodewijk), memanggilnya untuk kembali berbakti dalam tentara Belanda.
Pada tanggal 28 Januari 1807, atas saran dari Kaisar Napoleon Bonaparte, Daendels dikirim ke Hindia-Belanda sebagai Gubernur-Jenderal.
Ketika tiba di Batavia pada tanggal 5 Januari 1808, setelah perjalanan yang panjang melalui Pulau Kanari, Daendels menggantikan Gubernur-Jenderal Albertus Wiese.
Tugas utamanya adalah menjaga pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.
Berbagai Kebijakan Daendels di Bidang Militer
Pentingnya jabatan yang di emban Daendels melahirkan kebijakan militer yang di tetapkan di wilayah Hindia Belanda.
Berikut ini adalah berbagai kebijakan militer yang diimplementasikan Daendels selama masa pemerintahannya:
1. Mendirikan Berbagai Benteng Pertahanan Baru
Salah satu langkah pertama yang diambil oleh Daendels dalam upayanya memperkuat posisi militer Hindia Belanda adalah dengan mendirikan sejumlah benteng pertahanan baru di wilayah pesisir pulau Jawa.
Benteng-benteng ini dirancang untuk mengamankan wilayah pantai dari serangan musuh.
2. Mendirikan Pangkalan Angkatan Laut Baru
Daendels juga mendirikan pangkalan angkatan laut baru di Anyer dan Ujungkulon.
Hal ini meningkatkan kemampuan pertahanan Hindia Belanda terhadap serangan laut dari berbagai pihak.
3. Meningkatkan Jumlah Tentara dari Pribumi
Salah satu kebijakan yang paling mencolok adalah peningkatan jumlah tentara pribumi dalam pasukan militer kolonial.
Daendels berhasil merekrut sekitar 18.000 pasukan dari pribumi, termasuk dari Legiun Mangkunegaran. Hal ini membantu memperkuat pasukan kolonial dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayahnya.
4. Membangun Jalan Raya Pos
Daendels dikenal karena membangun jalan raya pos yang terkenal dengan istilah Grote Postweg, yang menghubungkan Anyer hingga Panarukan dengan panjang mencapai 1.100 kilometer.
Jalan ini memiliki peran penting dalam memudahkan transportasi pasukan dan barang di seluruh pulau Jawa.
5. Membangun Pabrik Senjata
Untuk memenuhi kebutuhan militer, Daendels juga membangun pabrik senjata di wilayah Semarang dan Surabaya. Ini meningkatkan kemampuan produksi senjata dan perlengkapan militer lokal.
Berbagai kebijakan Daendels di bidang militer memiliki dampak yang signifikan dalam sejarah kolonialisme di Hindia Belanda.
Kebijakan-kebijakan ini menunjukkan pentingnya aspek militer dalam pembentukan dan pemeliharaan kekuasaan kolonial Hindia Belanda pada masa itu.
