Kehidupan Sosial Kerajaan Kutai dan Aspek-aspek Lainnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di tepi Sungai Mahakam. Adapun kehidupan sosial Kerajaan Kutai dapat ditunjukkan dengan komunikasi masyarakatnya yang cukup terdidik.
Astiti dalam Pusat Kerajaan Kutai Kartanegara Abad XIII–XVII dalam Pembangunan Pariwisata Daerah menyebutkan bahwa banyak peninggalan Kerajaan Kutai yang menggunakan bahasa Sanskerta dengan aksara Pallawa.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kehidupan sosial Kerajaan Kutai, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Kehidupan Sosial Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini diperkirakan berdiri sekitar abad ke-4 Masehi. Adapun letak Kerajaan Kutai adalah di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Kehidupan sosial Kerajaan Kutai tampak dari beberapa aspek, antara lain:
Masyarakatnya menganut agama Hindu yang berasal dari India. Hal ini turut memengaruhi kebudayaan masyarakat setempat.
Masyarakat Kutai yang terdidik mampu menguasai bahasa Sanskerta serta huruf Pallawa.
Kehidupan budayanya cukup berkembang, karena terdapat upacara Vratyastoma. Upacara tersebut diadakan di masa pemerintahan Raja Mulawarman. Adapun pemimpin upacara tersebut adalah seorang Brahmana asli Kutai.
Masyarakat Kutai memiliki kesadaran ilmu pengetahuan yang tinggi.
Kehidupan Kerajaan Kutai dari Aspek Lainnya
Selain dari segi sosial, aspek kehidupan ekonomi serta politik Kerajaan Kutai pun juga menarik. Adapun kehidupan Kerajaan Kutai dari aspek lainnya adalah:
1. Kehidupan Ekonomi
Kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai lebih condong pada aspek pertanian. Hal ini terjadi lantaran keberadaan kerajaannya yang ada di dekat Sungai Mahakam. Di samping itu, sejumlah masyarakatnya juga melakukan perdagangan.
Perdagangan yang dilakukan masyarakat Kerajaan Kutai bukan hanya terhadap masyarakat lokal, tetapi juga pada pedagang asal India, hingg China. Terlebih lagi, wilayah Kerajaan Kutai ini melalui jalur perdagangan yang menghubungkan Selat Makassar, Filipina, sampai China.
2. Kehidupan Politik
Kehidupan politik Kerajaan Kutai ini tampak dari sistem pemerintahan kerajaan yang menganut sistem monarki. Semula, pendiri Kerajaan Kutai, yaitu Kudungga adalah seorang kepala suku.
Jadi, pada awal berdirinya Kerajaan Kutai, Kudunggu belum memeluk agama Hindu sampai akhirnya agama tersebut masuk di masa kepemimpinannya. Kerajaan Kutai pun mencapai masa kejayaan di masa kepemimpinan Mulawarman.
Demikian informasi mengenai kehidupan sosial Kerajaan Kutai. [ENF]
