Konten dari Pengguna

Kekaisaran Romawi Suci di Eropa yang Menarik Diulik

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
14 Mei 2024 20:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kekaisaran romawi suci. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekaisaran romawi suci. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kekaisaran Romawi Suci merupakan negara yang berada di wilayah Eropa. Sejarah panjang menuliskan bahwa kekaisaran ini memiliki empat kaisar dan berdiri sejak 800 hingga 1806.
ADVERTISEMENT
Artikel berikut ini akan membahas tentang kekaisaran Romawi Suci yang mulai dipimpin oleh Karel Agung dan diakhiri oleh kepemimpinan Frans II.

Kekaisaran Romawi Suci

Ilustrasi kekaisaran romawi suci. Foto: Pexels
Kekaisaran Romawi Suci dikenal juga dengan nama Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman selepas tahun 1512. Ini merupakan negara dengan wilayah yang membentang dari Eropa Tengah ke Eropa Barat.
Kekaisaran Romawi Suci biasanya dipimpin oleh Kaisar Romawi Suci. Negara ini terbentuk pada awal abad pertengahan dan berdiri selama hampir 1.000 tahun.
Namun, negara ini akhirnya dibubarkan pada tahun 1806 saat terjadi hiruk-pikuk perang Napoleon. Negara ini memiliki beberapa ibukota sekaligus, termasuk Roma, Aachen, Palermo, Innsbruck, Wina, Frankfurt, Praha, Regensburg, dan Wetzlar.
Sejarah negara ini bermula saat Paus Leo III menobatkan Karel Agung menjadi kaisar pada 25 Desember 800. Selanjutnya, Otto Agung dinobatkan menjadi kaisar oleh Paus Yohanes XII pada tahun 962.
ADVERTISEMENT
Penobatan Otto Agung menjadi tonggak sejarah yang mengawali kedaulatan Kekaisaran Romawi Suci selama delapan abad, sejak tahun 962 hingga abad ke-12.
Kekaisaran Romawi Suci mampu tampil sebagai negara monarki terkuat di Eropa pada masa itu. Hal ini dapat terwujud karena kerjasama yang rukun antara kaisar dan para pangreh praja.
Kekaisaran Romawi Suci mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Hohenstaufen pada pertengahan abad ke-13, walau pada akhirnya justru wilayah yang luas itu menjadi ancaman tersendiri.
Jabatan kaisar sendiri, yang biasanya selalu berkebangsaan Jerman, dianggap penting sebagai tokoh yang dituakan di antara seluruh kepala negara monarki Katolik Eropa.
Pada akhir abad ke-15 muncul Ikhtiar Pembaharuan Negara yang melahirkan sebuah lembaga pemerintahan yang sanggup memberikam kestabilan politik luar biasa.
ADVERTISEMENT
Kaisar Frans II akhirnya menyerahkan jabatan dan membubarkan Kekaisaran Romawi Suci pada 6 Agustus 1806 menyusul pembentukan Konfederasi Rhein oleh Napoleon
Demikian adalah pembahasan tentang kekaisaran Romawi Suci yang menarik untuk diulik. (SP)