Kekuasaan Mamluk Bahri berakhir Pada Tahun Berapa? Ini Jawabannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dinasti Mamluk yang ada di Mesir terbagi menjadi dua periode, yakni Mamluk Bahri dan Mamluk Burji. Masa kekuasaan Mamluk Bahri berakhir pada tahun 783 H/1382 M dan awal mula Mamluk Bahri berdiri pada tahun 1250.
Penjelasannya selenglapnya, simak di sini!
Kekuasaan Mamluk Bahri
Rizem Aized dalam buku berjudul Selayang Pandang Dinasti Mamluk menjelaskan bahwa Mamluk Bahri adalah mamalik yang menjadi pengawal setia dan mendapat posisi strategi pada masa pemerintahan Sultan Malik ash-Shalih. Mereka asalnya dari Mongol dan Mamluk Turki.
Penamaan Mamluk Bahri diambil dari salah satu resimennya, yakni resimen Bahriyyah atau disebut Pulau Sungai. Nama ini mengacu kepada markas mereka yang berlokasi di Pulau Raudhah, yang lokasinya di tepi Sungai Nil.
Berdirinya Mamluk Bahri terjadi karena beberapa faktor berikut:
Kekosongan pemerintahan yang terjadi karena meninggalnya Sultan Malik ash-Shalih di tahun 1249 M.
Rasa ketidakpuasan Mamluk Bahri terhadap masa kepemimpinan Turansyah, di mana ia lebih mengutamakan budak dibandingkan kaum Kurdi.
Turansyah yang merupakan putra Sultan Malik ash-Shalih berhasil memukul mundur perang salib Ketujuh. ‘
Syajaratuddur marah terhadap Turansyah karena perlakuan yang dilakukan Turansyah telah mengakibatkan ibu tiri Syajaratuddur melakukan makar.
Kecaman dari Khalifah al-Mu’tashim karena Syajaratuddur naik tahta sebagai pemimpin perempuan di Mesir. Setelah menikah Syajaratuddur kemudian menyerahkan kekuasaan Mesir kepada Izzuddin Ayabek. Kemudian Izzudin Ayabek menjadi pendiri Dinasti Mamluk dan menjadi sultan pertamanya.
Penguasa pertama yang diakui sebagai pemimpin dari Mamluk Bahri adalah Aybak. Ia memerintah dari tahun 1250 hingga 1257. Kemudian Aybak meninggal dan untuk pemerintahan Daulah Mamluk dilanjutkan oleh anaknya, yang bernama Ali.
Ali saat itu usianya masih sangat muda, jadi ia harus didampingi oleh wakilnya, yakni Qutuz. Selanjutnya Ali mengundurkan diri di tahun 1259 dan pemerintahan Mamluk Bahri dipimpin oleh wakilnya yakni Qutuz.
Pada masa inilah, Baybars seorang yang tidak suka dengan pemerintahan Aybak, pada masa pemerintahan Qutuz ia pulang kembali ke Mesir setelah menyingkir ke Suriah.
Pada masa pemerintahan Qutuz, muncul penyerangan dari pasukan Mongol. Mamluk di bawah kekuasaan Qutuz dan Baybars akhirnya berhasil mengalahkan dan mengusir pasukan Mongol dari Mesir.
Kisah Runtuhnya Dinasti Mamluk
Keruntuhan Dinasti Mamluk terjadi karena beberapa faktor, yaitu:
Gaya hidup mewah para pemimpin.
Pemimpin yang kurang mahir dalam memimpin.
Banyaknya praktik monopoli dan korupsi.
Serangan dari Turki Utsmani.
Pemimpin tidak suka ilmu pengetahun dan pemabuk.
Itulah penjelasan tentang mamluk bahri yang menjadi salah satu dari dua periode kepemimpinan Daulah Mamluk. (eK)
