Konten dari Pengguna

Kelebihan Teori Arus Balik dalam Penyebaran Hindu-Buddha

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kelebihan teori arus balik, sumber foto: Niko Cezar by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kelebihan teori arus balik, sumber foto: Niko Cezar by pexels.com

Teori arus balik merupakan teori yang menjelaskan penyebaran Hindu-Buddha di Indonesia, ini dikemukakan pertama kali oleh F.D.K Bosch. Kelebihan teori arus balik yaitu penemuan Prasasti Nalanda di India yang penuh sejarah menarik.

Pada dasarnya, teori ini mencerminkan tentang persebaran Hindu-Buddha yang dibawa kembali oleh orang Indonesia. Di mana pada waktu itu orang-orang Indonesia sedang belajar ke India langsung kemudian menyebarkannya di negara asalnya.

Dikutip dari buku Sejarah SMA/MA Kls XI-IPS karya Ignaz Kingkin Teja Angkasa, J. Sumardianta, H. Purwanta, dan A. Ferry T. Indratno, berikut kelebihan dari teori arus balik di Indonesia.

Kelebihan Teori Arus Balik w

aIlustrasi kelebihan teori arus balik, sumber foto: Pixabay by pexels.com

Teori arus balik menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia bukan hanya menerima pengetahuan, tetapi juga ilmu lainnya dari kedatangan agama Hindu-Buddha. Berikut kelebihan teori arus balik dalam upaya penyebaran Hindu-Buddha di Indonesia.

1. Penemuan Prasasti Nalanda di India

Penemuan Prasasti Nalanda di India bermula saat Raja Balaputradewa dari Kerajaan Sriwijaya meminta raja India untuk membangun wihara di Nalanda. Tujuannya untuk dijadikan tempat bagi para penimba ilmu dari Kerajaan Sriwijaya.

Sehingga Prasasti Nalanda di India menjadi bukti dukungan Teori Arus Balik pada masa kedatangan pelajar dari Kerajaan Sriwijaya. Banyak pelajar yang belajar ilmu agama Hindu-Buddha secara langsung kemudian menyebarkannya di Indonesia.

2. Persebarannya Dimulai dari Rakyat Indonesia Sendiri

Kelebihan teori arus balik bukan hanya ituitu, tetapi juga dari segi dukungan rakyat Indonesia sendiri. Hal ini karena pada proses penyebarannya dimulai dari kedatangan rakyat Indonesia ke India untuk belajar agama Hindu-Buddha secara langsung.

Banyak pelajar Nusantara yang tertarik untuk memahami agama Hindu-Buddha secara lebih baik dengan belajar langsung ke India. Apalagi pemerintah India juga mendukung dengan membangun tempat belajar untuk pelajar Indonesia.

Proses belajar agama Hindu-Buddha tentu memakan waktu yang cukup lama. Saat ilmunya sudah terkumpul, para pelajar Nusantara kembali ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran Hindu-Buddha di negaranya sendiri.

Jadi kelebihan teori arus balik dibuktikan dengan penemuan Prasasti Nalanda di India dan upaya rakyat Indonesia belajar agama Hindu-Buddha. Hal ini yang membuat proses penyebarannya lebih mudah karena menggunakan bahasa yang sama.(DSI)