Konten dari Pengguna

Kenapa Gunung Everest Berbahaya bagi Pendaki? Ini Penjelasannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Gunung Everest Berbahaya. Unsplash/Mary Ray
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Gunung Everest Berbahaya. Unsplash/Mary Ray

Kenapa gunung Everest berbahaya sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang yang tertarik dengan dunia pendakian ekstrem.

Gunung tertinggi di dunia ini telah menarik ribuan pendaki dari berbagai negara. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang harus berjuang melawan cuaca ekstrem, kelelahan fisik, dan risiko kematian.

Dikutip dari situs theconversation.com, pendakian ke Everest mengandung bahaya serius yang berasal dari kombinasi antara faktor alam dan kondisi tubuh manusia yang tidak bisa sepenuhnya beradaptasi di ketinggian tersebut.

Kenapa Gunung Everest Berbahaya?

Ilustrasi Kenapa Gunung Everest Berbahaya. Unsplash/Seb Mooze

Salah satu alasan utama kenapa gunung Everest berbahaya adalah karena tipisnya oksigen di ketinggian ekstrem.

Ketika berada di atas 8.000 meter, tubuh mulai kekurangan oksigen secara signifikan, bahkan dengan bantuan tabung oksigen tambahan. Kondisi ini dikenal sebagai death zone, di mana tubuh perlahan mulai kehilangan fungsinya.

Hipoksia, yaitu kondisi ketika otak dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen, bisa menyebabkan halusinasi, kehilangan kesadaran, hingga kematian mendadak.

Kondisi ini yang membuat setiap langkah menuju puncak menjadi perjuangan besar yang tidak bisa dianggap enteng.

Selain masalah oksigen, cuaca di Everest juga sangat tidak bisa diprediksi. Suhu bisa turun hingga di bawah minus 30 derajat Celsius dan badai salju bisa datang secara tiba-tiba. Kondisi ekstrem ini menjadi alasan lain kenapa gunung Everest berbahaya.

Dalam banyak kasus, pendaki terjebak dalam badai saat turun dari puncak dan kehilangan arah. Perubahan cuaca yang cepat sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan fatal di gunung ini.

Faktor Tambahan yang Membahayakan Pendakian

Ilustrasi Kenapa Gunung Everest Berbahaya. Unsplash/Raimond Klavins

Kepadatan jalur pendakian juga memperbesar risiko keselamatan. Dalam musim ramai, ratusan pendaki bisa menumpuk di jalur sempit menuju puncak.

Kemacetan ini menyebabkan pendaki harus menunggu lama dalam suhu dingin, yang meningkatkan risiko kelelahan, hipotermia, dan dehidrasi. Tidak hanya itu, keterbatasan bantuan medis di ketinggian membuat situasi darurat sulit ditangani.

Kenapa gunung Everest berbahaya tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga karena kondisi manusia yang terbatas saat berada di ketinggian ekstrem.

Dibutuhkan fisik yang kuat, pengalaman tinggi, serta perencanaan matang untuk menaklukkan Everest tanpa mengorbankan keselamatan.

Pendakian ini bukan sekadar pencapaian prestise, tetapi juga perjalanan yang penuh risiko. (Mona)

Baca Juga: 3 Pantangan Naik Gunung Andong, Tradisi Lokal yang Tak Boleh Diabaikan