Kenapa Konstantinopel Diperebutkan? Ini Faktanya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Konstantinopel diperebutkan? Sebagai kota yang dikenal menyimpan banyak sejarah ditambah dengan lokasinya yang strategis, tak heran jika kota ini kerap diperebutkan oleh beberapa bangsa.
Setelah menjadi saksi bisu pertarungan politik dan perebutan kekuasaan selama berabad-abad, Konstantinopel pun jatuh ke tangan Turki Utsmani, yang saat itu dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih.
Simak artikel ini untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan Konstantinopel diperebutkan.
Kenapa Konstantinopel Diperebutkan?
Mengutip buku Ibnu Batutah karya Rizem Aizid, Konstantinopel merupakan sebuah kota besar pada zaman kuno yang menjadi tanda keperkasaan dan kejayaan Romawi Kuno.
Konstantinopel sendiri menjadi salah satu kota paling terkenal dan terbesar, serta pusat peradaban Kristen kedua setelah Roma. Di mana kota ini menjadi sangat penting pada masanya.
Belum lagi, Konstantinopel menjadi pusat perdagangan dunia karena letaknya yang strategis, yakni di tepi pantai Laut Marmora, tepatnya di dekat Selat Bosporus, sehingga menjadi kota transit rempah-rempah pertama di sekitar Laut Tengah.
Jika dilihat dari peran dan letaknya, tak heran jika kota ini diperebutkan oleh banyak bangsa, salah satunya Turki Utsmani yang saat itu dipimpin oleh Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih.
Jatuhnya Konstantinopel di Tangan Turki Utsmani
Konstantinopel telah menjadi saksi bisu pertarungan politik dan perebutan kekuasaan dari berbagai pihak. Tercatat kota ini pernah diserang oleh beberapa bangsa, seperti Persia, Arab, Bulgar, Rusia, dan Pecheneg.
Penyerangan Turki Utsmani pun dimulai pada 1452, yang saat itu dipimpin oleh Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih. Pemimpin Turki Utsmani tersebut mulai menjalankan rencananya dengan membangun sebuah benteng di Bosphorus, beberapa mil di utara Konstantinopel.
Penyerangan ini sendiri didasari oleh beberapa faktor. Pertama, dorongan iman dari Allah yang menjanjikan kota tersebut dapat ditaklukkan oleh umat Islam.
Kedua, Konstantinopel merupakan pusat kemegahan bangsa Romawi sehingga menjadi kota yang sangat penting dengan penuh sejarah dan kebudayaan. Bahkan, kota ini menjadi sangat penting pada masanya.
Faktor terakhir adalah letak Konstantinopel yang sangat strategis sehingga dapat menghasilkan banyak keuntungan. Akhirnya, pada 1463, Konstantinopel berhasil jatuh ke tangan Turki Utsmani.
