Kenapa Korea Utara Menganut Ideologi Tertutup? Ini Penjelasan Sejarahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Korea Utara menganut ideologi tertutup menjadi pertanyaan besar dalam studi politik global modern.
Negara ini dikenal sebagai salah satu yang paling sulit diakses, dengan kebijakan yang membatasi warganya dari dunia luar dan mengontrol informasi secara ketat.
Banyak pihak menilai bahwa sistem ini sangat berbeda dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Timur, bahkan jika dibandingkan dengan negara sosialis lainnya.
Kenapa Korea Utara Menganut Ideologi Tertutup?
Kenapa Korea Utara menganut ideologi tertutup tidak lepas dari akar sejarah panjang yang membentuk struktur pemerintahan dan kebijakan negara.
Sistem politik ini tidak muncul begitu saja, melainkan hasil dari kombinasi faktor geopolitik, kolonialisme, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kemandirian absolut.
Dikutip dari situs kemlu.go.id, isolasi politik Korea Utara merupakan warisan dari konflik ideologi pasca Perang Dunia II dan strategi bertahan hidup dalam menghadapi tekanan luar.
Penutupan akses terhadap informasi dan hubungan luar negeri dianggap sebagai bentuk perlindungan terhadap stabilitas negara dan simbol kekuasaan yang tidak bisa diganggu gugat.
Ideologi tertutup Korea Utara bermula sejak berakhirnya Perang Dunia II, saat Semenanjung Korea terbagi menjadi dua wilayah: Korea Utara yang didukung Uni Soviet, dan Korea Selatan yang didukung Amerika Serikat.
Pada tahun 1948, Kim Il-sung mendirikan Republik Rakyat Demokratik Korea dan mulai membangun sistem pemerintahan komunis yang kental dengan ideologi Juche atau kemandirian total.
Juche menekankan pada swasembada dalam bidang politik, ekonomi, dan pertahanan, yang kemudian menjadi dasar tertutupnya sistem negara.
Selama Perang Korea (1950–1953), trauma invasi dan keterlibatan asing semakin memperkuat keinginan Korea Utara untuk menutup diri dari pengaruh luar.
Setelah perang berakhir dengan gencatan senjata, Korea Utara memperketat kontrol dalam negeri dan menjauh dari dunia internasional.
Dalam dekade-dekade berikutnya, pemerintahan Kim Il-sung, yang kemudian dilanjutkan oleh Kim Jong-il dan Kim Jong-un, mempertahankan warisan ideologi ini dengan sistem kekuasaan dinasti dan kultus individu terhadap pemimpin.
Itulah penjelasan mengenai kenapa Korea Utara menganut ideologi tertutup. Bukan sekadar pilihan politik, melainkan hasil dari sejarah panjang konflik, intervensi asing, serta upaya mempertahankan kekuasaan secara mutlak.
Baca juga: Arti Nama Marga di Korea yang Penuh Makna dan Sejarah Keluarga Kuno
