Konten dari Pengguna

Kenapa Korea Utara Tertutup dari Dunia Luar? Ini Alasannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kenapa korea utara tertutup. Unsplash/Steve Barker
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kenapa korea utara tertutup. Unsplash/Steve Barker

Kenapa Korea Utara tertutup dari dunia luar bukan hanya soal kebijakan anti-barat. Korea Utara itu menerapkan isolasi ekstrem sebagai bentuk kontrol ideologi, keamanan nasional, dan budaya.

Pemerintah melakukan langkah cepat untuk menutup akses warga ke negara asing demi menjaga stabilitas politik dan kesetiaan rakyat terhadap rezim.

Kenapa Korea Utara tertutup? Ideologi Juche dan Politik Militeristik

Ilustrasi kenapa korea utara tertutup. Unsplash/Micha Brändli

Kenapa Korea Utara tertutup berakar pada dogma Juche (mandiri), doktrin yang menekankan kemandirian absolut sejak masa Kim Il-sung hingga Kim Jong-un.

Beriring mazhab Songun (military-first), negara memprioritaskan kekuatan militer sebagai pusat kebijakan dan distribusi sumber daya. Kombinasi kedua ideologi ini menciptakan sistem yang menolak intervensi asing dan sangat membatasi kontak luar negeri.

Ketika Uni Soviet runtuh, negara harus mengandalkan dukungan sendiri dan sekutu minimal seperti China, sehingga membentengi diri dari pengaruh eksternal. Dengan mandiri total, rezim meminimalkan risiko disintegrasi ideologi dan ancaman serangan budaya asing.

Faktor keamanan dan elit politik juga mendorong isolasi. Ketakutan terhadap sabotase atau infiltrasi Barat mendorong pembuatan zona steril di perbatasan, pengawasan ketat, dan pelarangan akses luar negeri bagi warga

Pemerintah memakai intranet Kwangmyong, hanya mengizinkan akses konten lokal, dan menutup total akses Internet global. Media massa sepenuhnya dikuasai negara, sebagai alat propaganda dan penguatan kultus kepemimpinan.

Siapa pun yang mencoba membuka usaha untuk mendengarkan budaya asing, musik K-pop, serial asing, atau berita internasional, bisa dihukum berat, bahkan dieksekusi publik.

North Korea mempertahankan ekonomi tertutup berbasis komando pusat dan kebijakan swasembada, yang kerap menyebabkan kelangkaan pangan dan stagnasi ekonomi.

Berdasarkan laman hrw.org, setelah runtuhnya Uni Soviet dan sanksi PBB karena program nuklir, negara kehilangan akses terhadap perdagangan utama dan dukungan finansial.

Setelah Perang Korea (1950–1953), rezim Kim membangun sistem otoriter dengan kultus pribadi, purges, serta kontrol total terhadap warganya.

Dengan menolak de-Stalinasi, memblokir reformasi pasar, dan membangun kekuatan militer, negara memperkuat isolasi dalam budaya dan ekonomi.

Alasan utama kenapa Korea Utara tertutup adalah kombinasi kompleks budaya ideologi, fanatisme politik, ancaman keamanan, kontrol informasi, kebijakan ekonomi, dan konteks historis.

Meskipun ini mendukung stabilitas rezim jangka pendek, harga yang dibayar rakyat sangat tinggi, kemiskinan, informasi terbatas, dan kesulitan hidup yang terus berlanjut. (Rahma)

Baca juga: Mitos Negara Singapura yang Masih Dipercaya hingga Kini