Kenapa Mumi Bisa Awet? Ini Dia Rahasianya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah meninggal dunia, tubuh manusia umumnya akan mulai membusuk. Namun, kenapa mumi bisa awet, bahkan bentuk aslinya tetap terjaga dari pembusukan.
Berdasarkan buku Sejarah Peradaban Dunia Kuno Empat Benua, Anisa Septianingrum, (2017:19), mumi merupakan manusia yang diawetkan melalui metode mumifikasi.
Mumifikasi sering dilakukan di Mesir pada masa kuno yang memiliki beberapa tahapan rumit. Prosesnya bahkan memakan waktu hingga 70 hari lamanya.
Kenapa Mumi Bisa Awet?
Pasti banyak yang bertanya-tanya perihal kenapa mumi bisa awet. Secara ringkasnya, mumi bisa awet karena proses mumifikasi yang menghilangkan kelembaban dan mencegah pembusukan.
Salah satu tujuan mumifikasi sendiri dalam budaya Mesir kuno adalah untuk mempersiapkan tubuh bagi kehidupan setelah mati. Lalu, mengapa sebenarnya mumi awet? Berikut penjelasannya:
1. Kondisi Lingkungan
Lingkungan yang sangat kering seperti gurun atau sangat dingin seperti daerah kutub dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dengan cepat, sehingga mencegah pembusukan.
Ketika berada pada kondisi tersebut, maka jenazah menjadi awet. Hal ini karena faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan bakteri pembusukan menjadi hilang, sehingga tidak dapat berkembang biak dengan baik.
2. Kurangnya Oksigen
Di lingkungan tanpa oksigen, seperti di bawah tanah atau dalam kuburan yang tertutup rapat, bakteri pembusuk tidak bisa mati. Alhasil, tubuh tetap terjaga dalam jangka waktu lama, bahkan ribuan tahun, seperti yang ditemukan pada mumi Mesir kuno.
Waktu standar untuk mengubah jenazah menjadi mumi kurang lebih 70 hari. Akan tetapi jika melibatkan ritual dan upacara yang kompleks, prosesnya bisa lebih dari itu.
3. Pengeringan dengan Natron
Orang Mesir kuno menggunakan natron, campuran garam alami, untuk menyerap kelembaban dari tubuh. Setelah itu, barulah tubuh tersebut diawetkan dengan minyak, resin, dan bahan-bahan lain yang memiliki sifat antibakteri.
Agar pengawetan lebih maksimal, dilakukanlah pembungkusan menggunakan perban linen tebal. Tujuannya untuk membantu menjaga tubuh tetap kering dan membantu dalam proses pembentukan.
Itulah ulasan mengenai kenapa mumi bisa awet yang menarik untuk diulik. Praktik pengawetan jenazah sendiri hingga saat ini masih dilakukan dengan berbagai tujuan, salah satunya tujuan medis.
Baca juga: Mitos Sungai Nil yang Harus Diketahui Banyak Orang
