Keruntuhan Kerajaan Gowa Tallo beserta Sejarah Kejayaannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak kisah menarik dan pelajaran yang dapat dibahas dari keruntuhan Kerajaan Gowa Tallo.
Dikutip dari buku Bahas Tuntas 1001 Soal IPS SD, kerajaan Gowa Tallo berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Raja Gowa mempunyai gelar Daeng, sedangkan Raja Tallo bergelar Karaeng.
Hancurnya kerajaan ini adalah karena pengkhianatan putra mahkota Kerajaan Bone, yaitu Arupalaka.
Berdirinya Kerajaan Gowa-Tallo
Berdasarkan sejarah, pemimpin pertama dari kerajaan Gowa Tallo adalah Tumanurung Bainea yang merupakan seorang penguasa lokal Gowa di abad 14. Ratusan tahun lamanya Gowa memperebutkan hegemoni wilayah tersebut.
Sepanjang berdirinya Kerajaan Gowa Tallo, tercataat ada sedikitnya 30 orang raja yang memimpin kerajaan ini. Di antaranya yaitu:
Tumanurung Bainea
Tumassalangga Barayang
Puang Loe Lembang
I Tuniatabanri
Karampang Ri Gowa
Tunatangka Lopi
Batara Gowa Tuminanga ri Paralakkena
Pakere Tau Tunijallo ri Pasukki
Karaeng Tumpa’risi
Karaeng Lakiyung
Karaeng Bontolangkasa
I Tepukaraeng Daeng Parabbung
Daeng Manrabbia Sultan Alauddin I
Daeng Mattola Karaeng Lakiyung
Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanudin
Daeng Nguraga Sultan Amir Hamzah
Karaeng Bisei
Karaeng Sanrobone
La Pareppa Tosappe Sultan Ismail Tuminanga ri Somba Opu
I Mapparaungi Sultan Sirajuddin
I Manrabbia Sultan Najamuddin
I Mallawagau Sultan Abdul Chair
I Mappibabasa Sultan Abdul Kudus
Amas Madina Batara Gowa
Daeng Riboko Arungmampu
Karaeng Katanka Sultan Zainuddin
Karaeng Bontolangkasa
Karaeng Lembang Parang
Karaeng Katangka Tuminanga
Karaeng Lembang Parang Sultan Abdul Kadir
Karaeng Katangka Sultan Idris
Karaeng Lembang Parang Sultan Husain
Masa Kejayaan Kerajaan Gowa Tallo
Kejayaan Kerajaan Gowa Tallo ada pada 1653 yaitu dibawah pemerintahan Sultan Hasauddin dengan gelarnya yaitu Ayam Jantan dari Timur.
Di masa kejayaan inilah Kerajaan Gowa Tallo terkenal sebagai negara maritim yang merupakan pusat perdagangan timur nusantara. Pada bidang sosial, kerajaan ini berhasil memajukan pendidikan Islam dan kebudayaan.
Hal tersebut terbukti dari banyak murid dari Gowa Tallo yang menimba ilmu agama sampai Banten.
Keruntuhan Kerajaan Gowa Tallo
Ketika VOC berhasil menduduki sebagian besar kerajaan kecil di Sulawesi, Sultan Hasanuddin berupaya melawan dengan bantuan dari semua kerajaan Indonesia Timur.
Peperangan pun terjadi. Kerajaan Gowa Tallo dibawah pimpinan Sultan Hasanuddin melawan VOC yang terus menambah jumlah pasukan.
Alhasil, kerajaan Gowa Tallo terdesak dan pada tahun 1667 mengakui kekalahan yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Bongaya.
Setelah perjanjian, Sultan Hasanuddin harus turun tahta dan diganti oleh Sultan Amir Hamzah.
Itulah sekilas kisah mengenai Kerajaan Gowa Tallo beserta sejarah kekayaannya. (LAU)
