Konten dari Pengguna

Ketahui Peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi. Foto: Pexels

Terwujudnya kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran orang-orang penting di baliknya. Tidak terkecuali pihak asing, seperti Laksamana Muda Tadashi Maeda. Lantas, apa sebenarnya peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi?

Laksamana Muda Tadashi Maeda merupakan perwira tinggi Jepang yang merasa simpati terhadap perjuangan yang dilakukan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

Inilah biografi singkat Laksamana Maeda beserta perannya dalam Proklamasi yang perlu diketahui.

Sekilas Tentang Laksamana Maeda

Ilustrasi peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi. Foto: Pexels

Laksamana Muda Tadashi Maeda lahir di Kajiki, Prefektur Kagoshima, Jepang pada 3 Maret 1898. Melansir situs munasprok.go.id, Maeda adalah anak seorang kepala sekolah. Keluarganya merupakan keturunan kelas samurai.

Laksamana Maeda masuk ke Akademi Angkatan Laut Jepang saat berusia 18 tahun dan mengambil spesialisasi navigasi. Karir Maeda sangat cepat melesat.

Bermula dari tahun 1930, ia diangkat sebagai Staf Markas Besar Kaigun berpangkat Letnan. Pada 1940, ia ditugaskan sebagai atase angkatan laut untuk Belanda.

Selanjutnya, pada Oktober 1940, ia ditugaskan ke Indonesia untuk bernegosiasi tentang perjanjian dagang dengan pemerintah kolonial, khususnya yang berhubungan dengan pembelian minyak untuk Jepang.

Kemudian, pada 1942, Maeda kembali ke Indonesia dan ditugaskan ke beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Batavia (Jakarta). Penugasannya ke Jakarta terjadi usai pemerintah Belanda benar-benar jatuh.

Selama pendudukan Jepang di Indonesia, Laksamana Maeda menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang.

Kemudian, ia menyandang pangkat perwira tinggi Angkatan Laut Jepang di Hindia Belanda ketika Perang Pasifik. Pangkatnya kala itu ialah laksamana muda.

Usai membantu Indonesia dalam menjaga keamanan selama penyusunan naskah Proklamasi, Maeda akhirnya ditangkap Sekutu dan dipenjara sampai tahun 1947. Sebab, ia dianggap sebagai pengkhianat karena memberi bantuan pada Indonesia.

Namun, akhirnya ia terbukti tidak bersalah dan memilih mundur dari jabatannya.

Peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi

Ilustrasi peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi. Foto: Unsplash

Adapun berbagai peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi, yaitu:

1. Turut serta mencari Soekarno-Hatta

Soekarno-Hatta tidak menghadiri sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 16 Agustus 1945. Lantas, Achmad Soebardjo meminta bantuan kepada Laksamana Maeda untuk mencari keduanya.

Tak butuh waktu lama, Soekarno-Hatta akhirnya ditemukan di Rengasdengklok.

2. Meminjamkan kediamannya untuk merumuskan Proklamasi

Laksamana Maeda mengizinkan rumahnya di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat menjadi lokasi perumusan naskah Proklamasi karena hubungan baiknya dengan Soekarno dan tokoh-tokoh Proklamasi yang lain.

3. Memastikan keamanan selama perumusan

Laksamana Maeda menyediakan pasukan di dalam rumah dinasnya agar perumusan naskah Proklamasi berjalan lancar dan aman.

Demikian peran Laksamana Maeda dalam Proklamasi yang sangat penting. Karena itulah, Maeda dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Indonesia pada 17 Agustus 1977. (DN)