Ketua Tri Koro Dharmo sebagai Organisasi Pemuda Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tri Koro Dharmo merupakan organisasi pemuda yang mendidik para pemuda calon penerus bangsa Indonesia. Ketua Tri Koro Dharmo adalah Dr. Satiman Wiryosanjoyo yang sekaligus pendiri organisasi ini.
Dr. Satiman Wiryosanjoyo mendirikan Tri Koro Dharmo bersama Kadarman dan Sudarno pada tanggal 7 Maret 1915. Tri Koro Dharmo diketuai oleh Dr. Satiman Wiryosanjoyo dengan wakil ketua Wongsonegoro dan Sutomo sebagai sekretarisnya.
Dikutip dari buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jawa Tengah, di bawah ini ada profil lengkap dari Dr. Satiman Wiryosanjoyo sebagai ketua Tri Koro Dharmo.
Ketua Tri Koro Dharmo
Tri Koro Dharmo berarti tiga tujuan mulia yang lahir sebagai perkumpulan pemuda pertama di Indonesia. Ketua Tri Koro Dharmo adalah Dr. Satiman Wiryosanjoyo yang juga sebagai pendiri Tri Koro Dharmo.
Dr. Satiman Wiryosanjoyo adalah kakak dari Soekiman Wiryosanjoyo, seorang Perdana Menteri Indonesia ke-6. Baik Dr. Satiman Wiryosanjoyo maupun Soekiman Wiryosanjoyo sama-sama memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.
Tri Koro Dharmo terbentuk ketika Satiman Wiryosanjoyo melihat adanya gejala perselisihan antar golongan pemuda pelajar dan kaum priyayi. Di mana golongan pemuda pelajar dan kaum priyayi mengalami perselisihan yang semakin sulit dihentikan.
Kondisi ini yang mendorong Dr. Satiman Wiryosanjoyo bersama kedua rekannya, Kadarman dan R.T Soenardi Djaksodipoero memutuskan untuk mendirikan organisasi pemuda. Kemudian terbentuklah organisasi Tri Koro Dharmo pada 7 Maret 1915.
Setelah terbentuknya Tri Koro Dharmo, para pemuda mengadakan rapat di Gedung STOVIA Jakarta. Tujuannya untuk membahas tentang organisasi yang akan didirikan, Tri Koro Dharmo ini.
Organisasi Tri Koro Dharmo lebih bersifat Jawa Sentris yang mana sangat kental dengan orang-orang dan adat Jawa. Hal ini tentu saja menimbulkan ketidaksenangan di kalangan luar suku Jawa, seperti para pemuda suku Madura dan Sunda.
Maka dari itu, pada 12 Juni 1912 organisasi Tri Koro Dharmo berupa menjadi Jong Java untuk menghindari perpecahan pemuda-pemuda suku. Jong Java bertujuan membangun cita-cita Jawa Raya dengan mengembangkan rasa persatuan Indonesia.
Dapat disimpulkan bahwa ketua Tri Koro Dharmo adalah Dr. Satiman Wiryosanjoyo yang juga sebagai pendiri organisasi ini. Organisasi ini termasuk organisasi pemuda pertama yang mengusung persatuan pemuda Indonesia. (DSI)
