Kisah Asiyah Istri Firaun, Cahaya Iman di Istana Kezaliman

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Asiyah istri Firaun sering dibahas karena terkenal dengan sikapnya yang mulia dan keteguhan imannya yang kuat. Asiyah merupakan satu-satunya perempuan yang melihat cahaya di sela-sela kedua mata Musa.
Mengutip dari Buku 70 Kisah Teladan Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis-Hadis Pilihan, Dr. Mushthafa Murad, (2003:90), Asiyah istri Firaun juga dikenal dengan sikap mengasihi dan menyayangi Musa dengan hati yang tulus.
Kisah Asiyah Istri Firaun
Inilah kisah Asiyah istri Firaun dengan cahaya iman di istana yang penuh kezaliman.
Asiyah dikenal memiliki keteguhan iman dan kepercayaan yang kuat. Namun keimanan tersebut bukan hanya berasal karena melihat cahaya di sela-sela kedua mata Musa, tetapi juga dari ucapan seorang pembantunya.
Ketika pembantunya menyisir rambut putri Firaun, sisir tersebut jatuh dan ia mengatakan "Binasa orang yang tidak beriman kepada Allah". Saat ia ditanya oleh putri Firaun, ia mengaku bahwa ia menyembah Allah bukan Firaun.
Kemudian putri Firaun melaporkan kejadian tersebut kepada Firaun dan membuat ia marah. Pembantunya disiksa dengan diikat kedua tangan dan kedua kaki, bahkan Firaun sampai menyembelih anak pembantunya di depan matanya.
Meski begitu, pembantunya tetap ikhlas dalam keteguhan imannya. Selain itu Firaun juga menyiksa Asiyah karena keteguhan imannya yang terlalu kuat, Firaun menyiksa Asiyah dengan mengikat di tiang.
Menurut Imam Al-Qurthubi, Asiyah juga dijemur di bawah terik matahari. Ia juga pernah disiksa di roda berputar yang ditarik jauh ke padang pasir. Di saat itulah, Allah menunjukkan kekuasaannya di surga.
Saat disiksa, Asiyah hanya bisa tawakkal. Ia berdoa dan mengucapkan "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga".
Kemudian Allah memperlihatkan istana mewah di surga hingga ia tersenyum dan tertawa. Firaun pun bingung saat melihatnya. Selang beberapa waktu, Allah mencabut nyawanya.
Sebelum meninggal, Asiyah juga pernah bertanya siapa yang akan mengalahkan Firaun, lalu ada suara tak berwujud yang menjawab dengan lantang dan menyebut Musa dan Harun.
Setelah Asiyah beriman, Firaun memaksanya untuk kembali pada keyakinan lamanya, bahkan mengancam dengan batu besar. Namun Asiyah tetap teguh pada imannya sendiri.
Dengan keteguhan imannya tersebut, saat batu besar dijatuhkan, bersamaan dengan ruh Asiyah telah diambil Allah, sehingga ia tidak merasakan sakit apapun.
Allah mengabadikan doa Asiyah dalam Al-Qur'an Surah At-Tahrim ayat 11, disebutkan Asiyah meminta sebuah rumah di sisi Allah dan pertolongan dari kekejaman Firaun.
Kisah Asiyah istri Firaun ini mengajarkan bahwa keteguhan iman yang kuat tidak bisa digoyahkan dengan ancaman atau siksaan apapun. (Dista)
Baca Juga: Kisah Salman Al-Farisi dan Jasanya dalam Penyebaran Agama Islam
