Konten dari Pengguna

Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta yang Penuh Kesabaran

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta, Foto:Unsplash/Sincerely Media
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta, Foto:Unsplash/Sincerely Media

Kisah Rasulullah dan pengemis buta adalah salah satu cerita yang penuh makna tentang kesabaran dan kasih sayang.

Kisah ini menggambarkan bagaimana Rasulullah menunjukkan akhlak mulianya dalam menghadapi seseorang yang tidak mengenalnya dengan baik.

Tanpa memedulikan perlakuan buruk yang diterimanya, ia tetap bersikap lembut dan penuh kasih.

Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta

Ilustrasi Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta, Foto:Unsplash/Alexander Grey

Dikutip dari laman ecentral.my, kisah Rasulullah dan pengemis buta dimulai dengan seorang pengemis Yahudi buta yang tinggal di sudut pasar Madinah.

Setiap hari, ia mencela Rasulullah, mengatakan bahwa ia adalah orang gila, pembohong, dan tukang sihir. Ia memperingatkan orang-orang agar menjauhi Muhammad, menyebutkan bahwa mereka akan dipengaruhi jika mendekati ia.

Namun, setiap pagi Rasulullah tetap mendatangi pengemis tersebut dengan membawa makanan. Tanpa sepatah kata pun, ia menyuapinya, meskipun pengemis itu terus mencaci maki dirinya.

Rasulullah menunjukkan kesabaran dan kasih sayang yang luar biasa, dan kebiasaan ini berlanjut hingga wafatnya Rasulullah.

Setelah Rasulullah wafat, tidak ada lagi yang datang membawa makanan untuk pengemis buta tersebut. Suatu hari, Abu Bakar bertanya kepada Aisyah tentang sunnah yang belum ia kerjakan.

Aisyah menyebutkan bahwa Rasulullah biasa mendatangi pengemis itu setiap pagi dengan makanan.

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar untuk memberikan makanan kepada pengemis tersebut. Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, pengemis itu marah dan bertanya, "Siapa kamu?" Abu Bakar menjawab bahwa ia adalah orang yang biasa datang.

Pengemis itu menyadari ada yang berbeda, karena orang yang biasa datang selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu sebelum menyuapinya.

Abu Bakar dengan penuh haru menjelaskan bahwa orang yang biasa datang adalah Rasulullah, yang telah wafat.

Mendengar penjelasan tersebut, pengemis itu menangis dan menyadari kebesaran akhlak Rasulullah. Dengan penuh penyesalan, pengemis itu akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar.

Kisah Rasulullah dan pengemis buta ini mengajarkan kita tentang kesabaran, kasih sayang, dan bagaimana akhlak yang mulia dapat merubah hati yang penuh kebencian. (DANI)

Baca juga: Kisah Nabi Yakub Singkat dan Hikmah Perjalanan Hidupnya