Kisah Roro Jonggrang Singkat Tentang Legenda Candi Prambanan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Roro Jonggrang singkat tidak akan pernah lepas dari Bandung Bondowoso dan legenda Candi Prambanan yang terletak di Jogjakarta Jawa Tengah.
Kisah Roro Jonggrang ini merupakan sebuah cerita rakyat yang sudah turun temurun dikenal oleh hampir seluruh rakyat Indonesia. Berikut adalah kisah Roro Jonggrang singkat yang menarik untuk disimak.
Kisah Roro Jonggrang
Berdasarkan buku 101 Dongeng Sebelum Tidur karya Redy Kuswanto, kisah Roro Jonggrang dimulai dari perselisihan dua kerajaan di Jawa Tengah, yaitu kerajaan Pengging dan kerajaan Baka.
Kerajaan Pengging dipimpin oleh Prabu Damar Maya yang memiliki seorang putra bernama Raden Bandung Bondowoso. Sedangkan, kerajaan Baka dipimpin oleh Prabu Baka yang memiliki putri cantik bernama Roro Jonggrang.
Saat itu, perang terjadi untuk memperluas wilayah antar kerajaan tersebut. Prabu Damar Maya mengirim Bandung Bondowoso untuk menghadapi Prabu Baka yang tanpa diduga berbuah kemenangan.
Kabar kematian sang ayah tentu terdengar di telinga Roro Jonggrang yang sangat sedih dan terpukul. Di lain sisi, Bandung Bondowoso menduduki Keraton Baka yang telah jatuh.
Saat itulah, Bandung Bondowoso bertemu dan jatuh cinta pada Roro Jonggrang karena kecantikannya. Bandung Bondowoso sampai memutuskan untuk melamar Roro Jonggrang.
Namun, Roro Jonggrang menolak lamaran dari pria yang telah membunuh ayahnya itu. Bandung Bondowoso terus memaksa, hingga Roro Jonggrang setuju dengan mengajukan beberapa syarat.
Syarat pertama, Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso untuk membuat sebuah sumur yang dinamakan Jalatunda. Syarat kedua, pria itu harus membangun seribu candi dalam semalam.
Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan sumur Jalatunda dengan mudah dengan kesaktiannya. Namun, Roro Jonggrang memperdaya Bandung Bondowoso untuk masuk ke dalam sumur.
Roro Jonggrang memerintah Patih Gupala untuk segera menutup dan menimbun sumur dengan batu, tapi, Bandung Bondowoso berhasil menyelamatkan diri.
Kemudian untuk memenuhi syarat yang kedua, Bandung Bondowoso meminta bantuan pada makhluk halus. Namun, Roro Jonggrang khawatir saat dia mendengar seribu candi itu hampir selesai dibangun.
Roro Jonggrang segera membangunkan dayang-dayangnya dan memberi perintah mereka untuk mulai menumbuk padi dan membakar tumpukan jerami di sisi bagian timur.
Para makhluk halus segera pergi mengira bahwa matahari akan segera terbit. Oleh karena itu, Bandung Bondowoso gagal membangun seribu candi dan hanya berhasil membangun 999 candi.
Bandung Bondowoso yang mengetahui kecurangan Roro Jonggrang kemudian mengutuknya menjadi arca yang dikenal dengan nama Arca Durga Mahisashuramardini.
Sedangkan, 999 candi yang berhasil dibangun Bandung Bondowoso kini disebut sebagai Candi Sewu yang termasuk dalam kompleks yang saat ini dikenal secara luas sebagai Candi Prambanan.
Demikian adalah kisah Roro Jonggrang singkat yang erat kaitannya dengan legenda Candi Prambanan. (SP)
