Konten dari Pengguna

Kisah Tjoet Nja' Dhien dalam Perlawanan terhadap Belanda

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah tjoet nja'dhien dalam perlawanan terhadap belanda, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah tjoet nja'dhien dalam perlawanan terhadap belanda, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com

Tjoet Nja' Dhien merupakan pahlawan nasional Indonesia yang berjuang melawan Belanda pada saat Perang Aceh. Kisah Tjoet Nja' Dhien dalam perlawanan terhadap Belanda ini berkaitan dengan penindasan yang dilakukan Belanda.

Awalnya Tjoet Nja' Dhien menemani suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda, kemudian menggantikan posisi suaminya. Tjoet Nja' Dhien juga berhasil mengobarkan semangat perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda.

Kisah Tjoet Nja' Dhien dalam Perlawanan terhadap Belanda

Ilustrasi kisah tjoet nja'dhien dalam perlawanan terhadap belanda, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com

Dikutip dari buku Jejak Hidup Cut Nyak Dien karya Rudiyant, kisah Tjoet Nja' Dhien dalam perlawanan terhadap Belanda berkaitan erat dengan perjuangan melawan penindasan yang dilakukan Belanda. Ia adalah tokoh pejuang kemerdekaan dari Aceh dengan keluarga bangsawan religius.

Tjoet Nja' Dhien terkenal sebagai sosok perempuan gigih yang berani melawan penindasan yang dilakukan Belanda. Sejak Perang Aceh, Tjoet Nja' Dhien senantiasa mendampingi dan mendukung sang suami.

Setelah suaminya tewas dalam serangan mendadak di Meulaboh, Tjoet Nja' Dhien kemudian mengambil alih perannya. Ia dengan gagah berani memimpin pasukan rakyat Aceh untuk melawan Belanda.

Perang melawan Belanda ini berlangsung sengit, dan berpindah-pindah dari kota ke kampung, hingga masuk ke hutan. Tidak lama kemudian Tjoet Nja' Dhien mengalami sakit karena encok dan rabun mata.

Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat Tjoet Nja' Dhien dalam bertempur melawan Belanda. Justru Tjoet Nja' Dhien terus memberikan semangat rakyat Aceh agar terus berjuang melawan penindasan yang dilakukan Belanda.

Serangan bertubi-tubi Belanda hingga pengkhianatan membuat Tjoet Nja' Dhien merasa terpojok. Namun keadaan dan fisik yang mulai renta tidak membuat Tjoet Nja' Dhien menyerah, justru masih berusaha untuk melarikan diri.

Pengkhianatan dari panglima pasukannya yang membuat Tjoet Nja' Dhien berhasil ditangkap oleh Belanda. Kemudian Belanda membawa dan merawat Tjoet Nja' Dhien di Banda Aceh hingga penyakitnya berangsur sembuh.

Setelah sembuh, Tjoet Nja' Dhien malah dibuang ke tanah Sumedang, Jawa Barat. Hingga ia meninggal pada 6 November 1908 di daerah pengasingannya karena kondisi yang sering sakit dan usia yang sudah tua.

Itulah kisah Tjoet Nja' Dhien dalam perlawanan terhadap Belanda yang penuh kegigihan dan pantang menyerah.(DSI)