Konten dari Pengguna

Klasifikasi Batuan Metamorf dan Cirinya yang Perlu Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi klasifikasi batuan metamorf. Sumber: the happiest face =)/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi klasifikasi batuan metamorf. Sumber: the happiest face =)/pexels.com

Batuan metamorf atau batu malihan adalah jenis batuan yang terbuat dari proses metamorfisme. Pembentukan batuan ini berada dalam fase padat, tetapi tidak memengaruhi fase cair. Adapun klasifikasi batuan metamorf, seperti batuan metamorf kontak dan regional.

Widiaputra, Patonah, dan Helmi dalam Penentuan Fasies Metamorfisme pada Batuan Metamorf Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten mengungkapkan bahwa batuan metamorf adalah jenis batuan yang berasal dari proses metamorfosis dan bisa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.

Untuk mengetahui informasi penting mengenai klasifikasi batuan metamorf, simak penjelasannya dalam bacaan berikut.

Ciri-ciri Batuan Metamorf

Ilustrasi klasifikasi batuan metamorf. Sumber: Henry & Co./pexels.com

Sebelum mengetahui informasi lebih lanjut seputar klasifikasi batuan metamorf, sebaiknya pahami dulu ciri-cirinya. Batuan metamorf mempunyai ciri-ciri yang memudahkan untuk membedakannya dengan jenis batuan lainnya.

Adapun beberapa ciri-ciri batuan metamorf adalah:

  • Mempunyai struktur yang lebih kompleks dibandingkan jenis batuan asalnya. Hal itu karena terdapat perubahan bentuk serta hubungan antara bagian-bagian batuan, misalnya retakan, lapisan, maupun lipatan.

  • Batuan metamorf mempunyai warna yang cenderung lebih gelap apabila dibandingkan dengan jenis batu asalnya. Hal itu karena terdapat penambahan unsur gelap, seperti magnesium atau besi.

  • Batuan metamorf mempunyai mineral berbeda dari batuan asalnya. Sebab, terjadi perubahan stabilitas mineral dan komposisi kimianya.

  • Mempunyai tekstur yang cenderung lebih kasar karena tersusun atas butiran-butiran mineral.

  • Mempunyai stabilitas yang tinggi.

Klasifikasi Batuan Metamorf

Ada beberapa bentuk klasifikasi batuan metamorf berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi proses metamorfosisnya, antara lain:

  • Batuan metamorf kontak, yakni batuan yang terbentuk akibat terjadi kontak langsung dengan magma panas yang menimbulkan perubahan suhu lokal. Umumnya, batuan ini mempunyai tekstur halus, berwarna cerah, serta berkilau.

  • Batuan metamorf regional, yakni batuan yang terbentuk akibat dari tekanan tinggi yang merata di berbagai kawasan setelah terjadi aktivitas tektonik. Ciri-ciri batuan ini adalah mempunyai warna gelap, berlapis-lapis, dan teksturnya kasar.

  • Batuan metamorf dinamo termal, yaitu jenis batuan yang terbuat setelah terjadi kombinasi antara suhu tinggi akibat gesekan atau deformasi dan tekanan tinggi tidak merata. Ciri-cirinya adalah berwarna cokelat atau abu-abu, bergaris-garis, dan kasar.

Demikian informasi mengenai ciri-ciri dan klasifikasi batuan metamorf. [ENF]