Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa adalah salah satu bentuk wilayah pemukiman yang memiliki karakteristik tersendiri, baik dari segi fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Ada beberapa klasifikasi desa, salah satunya adalah berdasarkan perkembangannya.
Klasifikasi tersebut didasarkan pada beberapa indikator untuk menilai sebuah desa masuk pada klasifikasi yang mana. Klasifikasi ini penting untuk membantu menentukan kebijakan yang tepat.
Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya
Dikutip dari buku Optimalisasi Potensi Desa di Indonesia karya Icuk Rangga Bawono, (2019) desa merupakan bagian penting dari pembangunan nasional, karena sebagian besar penduduk Indonesia masih tinggal di desa.
Oleh karena itu, mengenal klasifikasi desa berdasarkan tingkat perkembangannya sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa. Berikut ini klasifikasi desa berdasarkan perkembangannya.
1. Desa Tradisional
Desa tradisional yaitu desa yang masyarakatnya masih sangat tergantung pada alam dan belum terpengaruh oleh modernisasi. Ciri-ciri desa tradisional antara lain:
Letaknya terpencil dan terisolasi dari daerah lain
Penduduknya homogen dan berasal dari satu suku atau etnis
Adat istiadat dan kepercayaan leluhur masih kuat dipertahankan
Kegiatan ekonominya bersifat subsisten dan sebagian besar bergerak di bidang pertanian
Hubungan sosial antarpenduduknya erat dan bersifat personal
Tidak memiliki lembaga pemerintahan yang formal dan otonom.
2. Desa Swadaya
Desa Swadaya yaitu desa yang masyarakatnya mulai mengalami perkembangan dari segi sosial dan ekonomi, namun masih belum mandiri dalam mengelola sumber daya yang ada. Ciri-ciri desa swadaya yakni:
Letaknya mulai terbuka dan terhubung dengan daerah lain
Penduduknya mulai heterogen dan terdiri dari berbagai suku atau etnis
Adat istiadat dan kepercayaan leluhur mulai beradaptasi dengan perubahan zaman
Kegiatan ekonominya mulai bervariasi dan tidak hanya bergantung pada pertanian
Hubungan sosial antarpenduduknya mulai berkurang dan bersifat fungsional
Memiliki lembaga pemerintahan yang formal namun masih bergantung pada pihak luar.
3. Desa Swakarya
Desa Swakarya yaitu desa yang masyarakatnya sudah memiliki kemandirian dalam mengelola sumber daya yang ada dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata. Ciri-ciri desa swakarya antara lain:
Letaknya strategis dan mudah dijangkau oleh daerah lain
Penduduknya sangat heterogen dan terdiri dari berbagai suku atau etnis
Adat istiadat dan kepercayaan leluhur sudah disesuaikan dengan nilai-nilai universal
Kegiatan ekonominya sudah maju dan bergerak di berbagai sektor
Hubungan sosial antar penduduknya sudah profesional dan bersifat kolektif
Memiliki lembaga pemerintahan yang formal dan otonom serta mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
4. Desa Swasembada
Desa Swasembada yakni desa yang masyarakatnya sudah mencapai tingkat perkembangan tertinggi dan mampu bersaing dengan daerah lain. Ciri-ciri desa swasembada di antaranya:
Berada di daerah yang sangat strategis dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi
Penduduknya sangat majemuk dan terdiri dari berbagai suku atau etnis
Adat istiadat dan kepercayaan leluhur sudah terintegrasi dengan budaya nasional dan global
Kegiatan ekonominya sudah berkembang pesat dan bergerak di berbagai sektor
Hubungan sosial antarpenduduk sudah modern dan bersifat individual
Memiliki lembaga pemerintahan yang formal dan otonom serta mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Baca juga: Perbedaan Struktur Sosial Masyarakat Desa dan Kota yang Paling Umum
Demikian ulasan singkat tentang klasifikasi desa berdasarkan tingkat perkembangannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang desa. (WWN)
