Konten dari Pengguna

Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  klasifikasi desa, sumber foto: unsplash.com/Felix Mittermeier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi klasifikasi desa, sumber foto: unsplash.com/Felix Mittermeier

Desa adalah salah satu bentuk wilayah pemukiman yang memiliki karakteristik tersendiri, baik dari segi fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Ada beberapa klasifikasi desa, salah satunya adalah berdasarkan perkembangannya.

Klasifikasi tersebut didasarkan pada beberapa indikator untuk menilai sebuah desa masuk pada klasifikasi yang mana. Klasifikasi ini penting untuk membantu menentukan kebijakan yang tepat.

Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya

Ilustrasi klasifikasi desa, sumber foto: unsplash.com/Daniel Seßler

Dikutip dari buku Optimalisasi Potensi Desa di Indonesia karya Icuk Rangga Bawono, (2019) desa merupakan bagian penting dari pembangunan nasional, karena sebagian besar penduduk Indonesia masih tinggal di desa.

Oleh karena itu, mengenal klasifikasi desa berdasarkan tingkat perkembangannya sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa. Berikut ini klasifikasi desa berdasarkan perkembangannya.

1. Desa Tradisional

Desa tradisional yaitu desa yang masyarakatnya masih sangat tergantung pada alam dan belum terpengaruh oleh modernisasi. Ciri-ciri desa tradisional antara lain:

  • Letaknya terpencil dan terisolasi dari daerah lain

  • Penduduknya homogen dan berasal dari satu suku atau etnis

  • Adat istiadat dan kepercayaan leluhur masih kuat dipertahankan

  • Kegiatan ekonominya bersifat subsisten dan sebagian besar bergerak di bidang pertanian

  • Hubungan sosial antarpenduduknya erat dan bersifat personal

  • Tidak memiliki lembaga pemerintahan yang formal dan otonom.

2. Desa Swadaya

Desa Swadaya yaitu desa yang masyarakatnya mulai mengalami perkembangan dari segi sosial dan ekonomi, namun masih belum mandiri dalam mengelola sumber daya yang ada. Ciri-ciri desa swadaya yakni:

  • Letaknya mulai terbuka dan terhubung dengan daerah lain

  • Penduduknya mulai heterogen dan terdiri dari berbagai suku atau etnis

  • Adat istiadat dan kepercayaan leluhur mulai beradaptasi dengan perubahan zaman

  • Kegiatan ekonominya mulai bervariasi dan tidak hanya bergantung pada pertanian

  • Hubungan sosial antarpenduduknya mulai berkurang dan bersifat fungsional

  • Memiliki lembaga pemerintahan yang formal namun masih bergantung pada pihak luar.

3. Desa Swakarya

Desa Swakarya yaitu desa yang masyarakatnya sudah memiliki kemandirian dalam mengelola sumber daya yang ada dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata. Ciri-ciri desa swakarya antara lain:

  • Letaknya strategis dan mudah dijangkau oleh daerah lain

  • Penduduknya sangat heterogen dan terdiri dari berbagai suku atau etnis

  • Adat istiadat dan kepercayaan leluhur sudah disesuaikan dengan nilai-nilai universal

  • Kegiatan ekonominya sudah maju dan bergerak di berbagai sektor

  • Hubungan sosial antar penduduknya sudah profesional dan bersifat kolektif

  • Memiliki lembaga pemerintahan yang formal dan otonom serta mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

4. Desa Swasembada

Desa Swasembada yakni desa yang masyarakatnya sudah mencapai tingkat perkembangan tertinggi dan mampu bersaing dengan daerah lain. Ciri-ciri desa swasembada di antaranya:

  • Berada di daerah yang sangat strategis dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi

  • Penduduknya sangat majemuk dan terdiri dari berbagai suku atau etnis

  • Adat istiadat dan kepercayaan leluhur sudah terintegrasi dengan budaya nasional dan global

  • Kegiatan ekonominya sudah berkembang pesat dan bergerak di berbagai sektor

  • Hubungan sosial antarpenduduk sudah modern dan bersifat individual

  • Memiliki lembaga pemerintahan yang formal dan otonom serta mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Baca juga: Perbedaan Struktur Sosial Masyarakat Desa dan Kota yang Paling Umum

Demikian ulasan singkat tentang klasifikasi desa berdasarkan tingkat perkembangannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang desa. (WWN)