Konten dari Pengguna

Kondisi Sosial Budaya Jepang dan Fakta-fakta Menariknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kondisi Sosial Budaya Jepang. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kondisi Sosial Budaya Jepang. Sumber: Unsplash

Kondisi sosial budaya Jepang menjadi pembahasan yang menarik untuk diulas, terutama bagi mereka yang ingin berkunjung atau menempuh pendidikan di negara satu ini.

Dikutip dari buku Tata Bahasa Jepang, Jepang merupakan negara kepulauan yang berbatasan dengan Taiwan, RRC, Rusia, dan Korea. Negara ini memiliki pulau sebanyak 6.852 pulau dengan pulau terbesarnya, yaitu Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu.

Jepang adalah negara dengan standar hidup tinggi dengan angka harapan hidup paling tinggi di dunia. Lantas, bagaimana kondisi sosial budaya negara satu ini?

Kondisi Sosial Budaya Jepang

Ilustrasi Kondisi Sosial Budaya Jepang. Sumber: Unsplash

Berikut adalah berbagai kondisi sosial budaya dari negara Jepang:

1. Saat Bertamu

Kehidupan sosial budaya Jepang juga mencakup interaksi antarindividu di sana. Salah satunya, yaitu kebiasaan ketika bertamu.

Masyarakat Jepang terkenal sebagai orang yang sangat menghargai waktu. Maka dari itu, mereka selalu datang tepat waktu ketika mendapat undangan bertamu.

Tak hanya itu, ketika datang bertamu, orang Jepang mempunyai kebiasaan untuk membawa kado atau bingkisan yang biasa disebut dengan omiyage.

Selain itu, apabila orang Jepang mendapat undangan dan ingin membawa teman, mereka akan meminta izin kepada tuan rumah. Hal ini berkaitan pada sifat orang Jepang yang tertutup pada orang baru.

Orang Jepang juga sangat suka apabila masakan mereka dipuji. Maka dari itu, setelah menikmati hidangan tuan rumah, sebaiknya mengatakan "umai" atau "oishii" sebagai ungkapan kelezatan.

2. Budaya Komunikasi

Ada berbagai budaya komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat Jepang. Salah satunya adalah ojigi. Ojigi merupakan sikap membungkuk yang menjadi ciri khas dari orang Jepang saat berinteraksi dengan orang lain.

Selain membungkuk, orang Jepang juga mempunyai budaya Aisatsu atau memberikan salam. Sikap ini dilakukan dalam berbagai kondisi.

Itulah mengapa dalam bahasa Jepang terdapat banyak ungkapan salam, seperti salam pertemuan, menanyakan kabar, ungkapan bahagia, hingga perpisahan.

Budaya komunikasi lainnya yang dilakukan oleh orang Jepang adalah saling bertukar kartu nama sebagai bentuk etika bisnis. Memberi dan menerima kartu nama dilakukan dengan kedua tangan.

3. Uchi-Soto dan Honne-Tatemae

Sikap Uchi-Soto adalah tatanan tradisional Jepang yang menghubungkan diri dengan orang sekitar. Titik terdekat disebut uchi dan orang luar disebut soto. Umumnya, kedekatan tersebut berhubungan dengan garis kekeluargaan.

Sedangkan, Honne-Tatemae terdiri dari honne dan tatemae. Honne adalah perasaan dan keinginan yang sebenarnya, sementara tatemae adalah sesuatu yang ditunjukkan di permukaan.

Sikap Honne-Tatemae bukan berarti bermuka dua, melainkan sebuah sikap sopan santun yang diterapkan pada suatu kondisi oleh orang Jepang.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai kondisi sosial budaya Jepang.(LAU)