Konten dari Pengguna

Kooptasi dalam sosiologi: Ciri-Ciri, Bentuk, dan Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kooptasi dalam sosiologi. Sumber: Mica Asato/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kooptasi dalam sosiologi. Sumber: Mica Asato/Pexels.com

Kooptasi dalam sosiologi biasanya digunakan oleh pihak atau organisasi yang mempunyai kekuatan.

Saat ada penolakan dari pihak yang lemah muncul, maka pihak yang kuat akan memakai mekanisme kooptasi dengan sistem mengambil salah satu sumber daya manusia pihak yang lemah.

Artikel ini akan membahas tentang kooptasi dalam sosiologi, lengkap dengan ciri-ciri, bentuk, dan contohnya. Mari simak ulasannya hingga tuntas.

Ciri-Ciri Kooptasi dalam Sosiologi

Ilustrasi kooptasi dalam sosiologi. Sumber: fauxels/Pexels.com

Mamat Ruhimat, dkk dalam buku berjudul Ilmu Pengetahuan (Geografi, Sejarah Sosiologi, Ekonomi) menjelaskan bahwa kooptasi adalah proses penerimaan unsur-unsur baru oleh pemimpin suatu organisasi untuk mencegah terjadinya gangguan kepada organisasi tersebut.

Seorang akademisi dalam bidang sosiologi bernama Philip Selznick menjelaskan bahwa kooptasi merupakan mekanisme penyesuaian yang ditujukan dalam menjaga stabilitas otoritas untuk menghadapi ancaman.

Maksud mekanisme di sini adalah cara menjalankan kerja sama antara pihak yang kuat dengan yang lemah. Tujuannya untuk mendapatkan manfaat dari kerja sama tersebut.

Sebenarnya bentuk kerja sama ini bisa memberikan manfaat antara kedua pihak. Sayangnya dalam proses kooptasi, kebanyakan pihak kuat akan lebih diuntungkan daripada pihak yang lemah.

Ciri-ciri proses kooptasi dalam sosiologi sendiri adalah sebagai berikut.

  1. Proses pertemuan juga perundingan bisa dilakukan dengan tertutup maupun terbuka dengan dihadiri massa yang banyak.

  2. Kegiatan kooptasi dimulai dengan suatu proses pertemuan kemudian perundingan.

  3. Kooptasi umumnya akan menghasilkan suatu Undang-Undang atau Peraturan baru, namun peraturan untuk menguntungkan seluruh pihak.

  4. Proses dalam kooptasi umumnya dijalankan untuk memperoleh solusi atas suatu permasalahan yang terjadi.

Bentuk Kooptasi Sosial

Bentuk kooptasi atau kerja sama sosial dibedakan berdasarkan beberapa faktor sebagai berikut.

1. Kerja sama dari segi sifatnya

  • Kerja sama langsung

  • Kerja sama kontrak

  • Kerja sama spontan

  • Kerja sama tradisional

2. Kerja sama dari segi pelaksanaan

  • Gotong royong

  • Kooptasi

  • Penawaran

  • Koalisi

  • Joint-Venture

Contoh Kooptasi

Berikut ini adalah beberapa contoh kooptasi dalam kehidupan sosial.

1. Sistem Zonasi Sekolah

Pada bidang pendidikan kooptasi muncul dengan adanya sistem zonasi siswa sekolah. Sistem ini diatur pada Permendikbud No.14 Tahun 2018.

Kebijakan ini bertujuan baik untuk membuat anak dapat bersekolah dekat dengan tempat tinggal tanpa harus melihat hasil UN sebagai syarat awal yang mutlak.

2. Transparansi Rekrutmen PNS

Pemerintah menjalankan kooptasi dengan transparansi rekrutmen PNS secara publik. Hal ini dilakukan melalui informasi formasi dibuka, pendaftaran, ujian, dan hasil ujian diinformasikan ke publik.

Demikianlah penjelasan kooptasi dalam sosiologi yang perlu diketahui, lengkap dengan ciri-ciri, bentuk, dan contohnya. Semoga bermanfaat. (ek)