Kota Injil Julukan Kota Apa? Ini Jawaban dan Sejarahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kota Injil julukan kota apa? Kota Injil adalah julukan kota Manokwari. Julukan ini tidak lepas dari sejarahnya yang menarik. Manokwari sendiri adalah ibu kota Provinsi Papua Barat dan menjadi lokasi awal penyebaran Injil.
Nama kitab suci umat Kristiani ini hingga sekarang masih menjadi julukan yang populer untuk kota Manokwari. Lantas, bagaimana sejarahnya? Simak dalam penjelasan berikut!
Profil Singkat Kota Manokwari
Muh Huzain, dkk. dalam buku berjudul Manokwari Kota Injil: Nilai-Nilai Pluralisme Agama Masyarakat Prafi menjelaskan bahwa Manokwari adalah ibu kota Provinsi Papua Barat yang lahir dari hasil pemekaran Provinsi Papua.
Secara geografis, Provinsi Papua Barat berbatasan dengan Samudra Pasifik di sebelah utara, Provinsi Papua di sebelah timur, Laut Banda di sebelah selatan, serta Laut Seram di sebelah barat.
Manokwari yang dijuluki sebagai Kota Injil ini mayoritas penduduknya beragama Kristen. Selain itu, ada juga penduduknya yang beragama Islam, Budha, dan Hindu.
Sejarah Julukan Kota Injil untuk Kota Manokwari
Julukan Kota Injil untuk kota Manokwari sendiri melewati sejarah yang panjang. Manokwari mendapat julukan Kota Injil sebab kota ini menjadi kawasan pertama di Papua atau Irian Jaya yang tersentuh oleh Kitab Injil.
Persebaran Injil ini merupakan kerja keras dari pendeta Groessner dan Heldring di Jerman. Mereka banyak mengirimkan penginjilan menuju daerah tropis, termasuk Papua atau Irian Jaya. Sebelum Injil masuk, wilayah Papua disebut sebagai ‘wilayah Iblis’.
Pendeta Groessner pun memberikan perintah kepada dua orang misionaris yang berasal dari Jerman dengan tujuan misi penginjilan. Keduanya adalah C.W. Ottow serta J.G. Gleissler.
Sebelum sampai di Manokwari, mereka singgah terlebih dahulu ke Ternate. Barulah berangkat menuju Irian Jaya pada 12 Januari 1855. Mereka berkunjung ke kapal ‘Ternayta’ yang dinahkodai oleh Constatijn.
Pada 5 Februari 1855, C.W. Ottow dan J.G. Gleissler mulai mendarat di Irian Jaya alias Papua. Mereka menargetkan Pulau Mansinam Manokwari. Selanjutnya, Injil disebarkan ke semua daratan di Irian Jaya.
Itulah alasan penjelasan julukan Kota Injil sangat melekat dengan kota Manokwari Semoga bermanfaat. (Ek)
