Kronologi Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peristiwa Rengasdengklok bermula akibat perbedaan pandangan antara kelompok tua dan kelompok muda mengenai waktu dan cara pelaksanaan proklamasi.
Perbedaan tersebut membuat kelompok muda akhirnya menculik dua tokoh utama PPKI saat itu dan membawa mereka ke Rengasdengklok.
Ingin tahu penjelasan selengkapnya? Berikut akan dibahas mengenai kronologi peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.
Kronologi Peristiwa Rengasdengklok
Berdasarkan buku Sejarah Hukum Indonesia karya Sutan Remy, peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan Soekarno - Hatta oleh golongan pemuda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan RI.
Berdasarkan buku Modul Resmi Seleksi Masuk Tes CPNS 2017 yang disusun oleh Tim Garuda Eduka, golongan muda dipelopori oleh Sutan Syahrir, Syudanco Singgih, Yusuf Kunto, Sukarni, Iwa Kusumasumantri, dan sebagainya.
Kronologi terjadinya peristiwa Rengasdengklok bermula pada 14 Agustus 1945 saat Kaisar Hirohito mengumumkan penyerahannya pada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat.
Hal tersebut kemudian didengar cepat oleh para kelompok muda yang bekerja di kantor berita Jepang bernama Domei. Sedangkan, Soekarno, Hatta, dan Radjiman yang berada di Vietnam belum mengetahui kabar tersebut.
Para pemuda segera mendesak Soekarno - Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan, tetapi keduanya memilih untuk menunggu diadakannya rapat PPKI.
Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, para pemuda sepakat bahwa Singgih akan memimpin penculikan dibantu oleh Cudanco Latief Hendriningrat yang akan mempersiapkan perlengkapan militer.
Setelah itu, kelompok muda menculik Soekarno - Hatta dan membawa mereka ke Rengasdengklok, tepatnya di rumah Djiaw Kie Song, yang dianggap aman.
Rengasdengklok berada di sebelah utara Karawang, Jawa Barat, dan dipilih karena merupakan wilayah yang bebas dari kekuasaan Jepang dan jauh dari Jakarta.
Mengetahui penculikan Soekarno oleh kelompok muda, Achmad Soebardjo segera berusaha untuk menyelesaikan konflik. Kedua kelompok akhirnya mengadakan negosiasi di Jakarta.
Dalam rapat tersebut, terjadi kesepakatan antara kelompok tua dan kelompok muda. Kesepakatan tersebut adalah pelaksanaan proklamasi kemerdekaan di Jakarta.
Sebagai jaminannya, Achmad Soebardjo meminta Soekarno - Hatta untuk segera dipulangkan ke Jakarta. Sedangkan, ia menjanjikan pada para pemuda bahwa proklamasi akan segera dilakukan tanpa campur tangan Jepang.
Pada hari yang sama, para pemuda mengantar Soekarno - Hatta ke Jakarta untuk segera merumuskan naskah proklamasi. Mereka menghubungi Laksamana Maeda dan pergi ke rumahnya untuk menulis naskah proklamasi.
Setelah perjuangan yang rumit, pada akhirnya naskah proklamasi dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Demikian adalah kronologi peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. (SP)
