Konten dari Pengguna

Lapas Nusakambangan: Sejarah dan Fakta Tentangnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lapas Nusakambangan. Pexels/Stephen Leonardi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lapas Nusakambangan. Pexels/Stephen Leonardi.

Lapas Nusakambangan dikenal sebagai penjara dengan tingkat keamanan tertinggi di Indonesia. Lapas ini terletak di pulau terpencil yang berada di sebelah selatan dari Cilacap, Jawa Tengah.

Mengutip dari esi.kemdikbud.go.id, sejak masa kolonial, lapas satu ini menjadi tempat eksekusi terpidana mati sehingga dikenal sebagai simbol penegakan hukum yang tegas di Indonesia.

Sejarah Lapas Nusakambangan

Ilustrasi Lapas Nusakambangan. Pexels/Roberto.

Sejarah Lapas Nusakambangan dimulai sejak zaman kolonial Belanda pada abad ke-19. Pada tahun 1908, pemerintah Hindia Belanda mendirikan penjara di Pulau Nusakambangan sebagai tempat pembuangan narapidana yang dianggap sangat berbahaya.

Lokasi yang terisolasi serta sulitnya akses menjadikan Nusakambangan sebagai lokasi ideal untuk menahan narapidana kelas berat. Selain itu, penggunaan pulau terpencil ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya pelarian para narapidana.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Lapas Nusakambangan tetap berfungsi sebagai penjara kelas kakap.

Beberapa narapidana yang dihukum karena kasus-kasus besar, termasuk korupsi, pembunuhan, dan terorisme dikirim ke sini untuk menjalani hukuman maupun eksekusi mati.

Fakta-Fakta Menarik tentang Lapas Nusakambangan

Ilustrasi Lapas Nusakambangan. Pexels/RDN Photopoject.

Lapas satu ini memang cukup terkenal sebagai penjara paling ketat di Indonesia. Berikut ini fakta menarik yang perlu diketahui tentangnya:

1. Tempat Eksekusi Terpidana Mati

Tempat ini sering menjadi area eksekusi terpidana mati, terutama bagi pelaku kejahatan berat seperti terorisme dan narkotika.

Eksekusi dilakukan di tengah penjagaan ketat dan di lokasi yang jauh dari jangkauan publik. Hal tersebut membuat lapas ini menjadi salah satu tempat eksekusi paling terkenal di Indonesia.

2. Penjara yang Sulit Dijangkau

Akses menuju lapas sangat terbatas. Untuk mencapai penjara ini, pengunjung harus menyeberangi Selat Segara Anakan menggunakan kapal khusus.

Selain itu, perizinan yang ketat diberlakukan untuk memastikan bahwa hanya pihak berwenang dan keluarga narapidana yang dapat memasuki area tersebut.

3. Pengawasan Ketat dan Modern

Sebagai penjara dengan tingkat keamanan tinggi, Lapas yang berada di Nusakambangan ini dilengkapi dengan teknologi pengawasan modern. Kamera pengintai dan penjagaan ketat hadir di setiap sudut untuk memastikan tidak ada narapidana yang mencoba melarikan diri.

Hingga saat ini, penjara tersebut tetap mempertahankan reputasinya sebagai penjara dengan tingkat keamanan yang sulit ditembus.

4. Peninggalan Kolonial

Bangunan-bangunan yang ada di Nusakambangan sebagian besar merupakan peninggalan kolonial Belanda.

Penjara ini memiliki arsitektur yang khas dari masa kolonial, termasuk bangunan sel yang tebal dan kokoh. Meskipun beberapa bagian telah direnovasi, unsur-unsur asli dari masa penjajahan masih terlihat jelas.

Demikian sejarah Lapas Nusakambangan dan sekilas fakta tentangnya. Semoga bermanfaat! (DIN)

Baca Juga: Apakah Kisah Danau Toba Nyata? Inilah Asal-usul dan Faktanya