Konten dari Pengguna

Latar Belakang dan Isi Perjanjian Saragosa

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Isi Perjanjian Saragosa. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Isi Perjanjian Saragosa. Sumber: Unsplash

Isi perjanjian Saragosa menjadi pembahasan yang menarik dan penting diketahui bagi rakyat Indonesia karena berkaitan dengan sejarah bangsa.

Dikutip dari buku Terminologi Hukum Internasional, Perjanjian Saragosa adalah kelanjutan dari Perjanjian Tordesillas yang membagi belahan bumi sebelah barat di antara Spanyol dan Portugal.

Adanya Perjanjian Saragosa tentu tidak terjadi begitu saja. Terdapat latar belakang dari perjanjian tersebut.

Latar Belakang Perjanjian Saragosa

Ilustrasi Isi Perjanjian Saragosa. Sumber: Unsplash

Perjanjian Saragosa adalah perjanjian lanjutan dari Perjanjian Tordesillas yang ditandatangani Portugis dan Spanyol tanggal 7 Juni 1949. Perjanjian Tordesillas dilakukan 2 tahun setelah Christoper Colombus menemukan Amerika pada 1492.

Di dalam perjanjian itu, bumi dibagi menjadi dua bagian sesuai garis lurus dari kutub utara ke selatan di Kepulauan Tanjung Harapan. Spanyol menguasai sisi barat sedangkan Portugis mendapat bagian timur.

Maka dari itu, Portugis berlayar ke arah timur dan menemukan India sampai Indonesia yang kemudian berakhir di Malaka pada 1511. Portugis kemudian berjalan ke Maluku yang menjadi pusat rempah-rempah. Rempah-rempah yang terdapat di sana mempunyai nilai tinggi di kalangan orang Eropa.

Akhirnya, Spanyol tiba di Maluku yang berada di bawah kekuasaan Portugis. Datangnya Spanyol membuat perseteruan pecah di Maluku.

Portugis kemudian memanfaatkan Kesultanan Ternate supaya menyerahkan monopoli perdagangan pada mereka. Sedangkan, Spanyol lebih berpihak pada Kesultanan Tidore.

Hingga akhirnya, perang berkepanjangan pun pecah di Maluku. Pada akhirnya, kedua pihak sepakat untuk berunding tanggal 22 April 1629, yaitu Perjanjian Saragosa.

Isi Perjanjian Saragosa

Perjanjian Saragosa disepakati pada 22 April 1529. Dari perjanjian ini, Portugis menguasai semua benua dan laut di Asia serta kepulauan yang telah ditemukan. Spanyol akan mendapatkan wilayah Samudera Pasifik dan Filipina.

Adapun isi Perjanjian Saragosa adalah:

1. Spanyol harus meninggalkan Maluku dan menaruh pusat kolonialismenya di Filipina

2. Portugis tetap melakukan berbagai aktivitas perdagangan di Maluku

Itulah sekilas pembahasan mengenai latar belakang dan isi Perjanjian Saragosa yang merupakan usaha untuk menyelesaikan permasalahan antara Portugis dan Spanyol.(LAU)