Latar Belakang dan Pembentukan BFO di Kota Bandung

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bijeenkomst voor Federale Overleg atau BFO merupakan suatu komite yang didirikan oleh Belanda. BFO dibentuk di kota Bandung pada 7 Juli 1948.
Latar belakang pembentukan BFO di Kota Bandung adalah untuk mencari jalan keluar dari masalah politik antara RI dengan pemerintah Belanda.
Untuk memahami lebih dalam tentang pembentukan BFO di Bandung tersebut, mari simak pembahasannya di sini.
Latar Belakang Pembentukan BFO di Kota Bandung
Dikutip dari buku IPS Terpadu, BFO merupakan sebuah organisasi atau komite yang dibentuk oleh Belanda yang memiliki anggota berjumlah 15 negara dari Republik Indonesia Serikat (RIS).
Latar belakang pembentukan BFO sendiri didasari dengan adanya pembentukan negeri federasi di Indonesia pada saat itu. Pejabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Van Mook saat itu berencana untuk mengubah ketatanegaraan di Indonesia.
Namun, rencana ini gagal karena Indonesia ternyata telah berubah menjadi Republik Indonesia. Akhirnya, ia pun memulai rencana pembentukan negara federal dengan tujuan untuk menyebarkan federalisme.
Sayangnya, pada saat itu rencana Van Mook kembali gagal karena bertentangan dengan keinginan pemerintah Belanda. Pemerintahan Belanda lebi menginginkan RI masuk dalam persemakmuran di bawah bendera Belanda.
Kemudian Van Mook menggelar konferensi di Malino pada 15 Juli hingga 25 Juli 1946. Hasilnya, peserta konferensi menyetujui pengubahan ketatanegaraan Indonesia menjadi federasi.
Setelah Konferensi Malino, Van Mook juga menggelar konferensi Pangkal Pinang dan Denpasar yang menjadi pemicu awal pembentukan negara federal di Indonesia.
Anggota BFO
BFO memiliki sejumlah anggota penting yang terdiri dari tokoh dan negara bagian. Berikut adalah daftar anggota BFO.
1. Tokoh
Beberapa tokoh BFO dari Indonesia adalah:
Tengku Bahriun (Ketua dari 7 Juli 1943 sampai 13 Januari 1949
Sultan Hamid II (Ketua dari 13 Januari 1949 sampai 17 Agustus 1950)
Anak Agung Gde Agung (Negara Indonesia Timur)
R.T. Adil Puradireja (Pasundan)
Sultan Hamid II (Borneo Barat)
T. Mansoer (Sumatera Timur)
2. Negara Bagian
BFO juga memiliki anggota dari negara bagian, yakni Negara Indonesia Timur, Jawa Timur, Sumatera Timur, Madura, Pasundan (Jawa Barat), dan Sumatera Selatan.
3. Negara Otonom
Selain negara bagian, BFO juga memiliki anggota negara otonom, di antaranya adalah Banjar, Banka, Billiton, Jawa Tengah, Borneo Timur, Groot Dajak (Dajak Besar), Riau, Federasi Kalimantan Tenggara, Borneo Barat.
Demikian pembahasan tentang latar belakang dan pembentukan BFO di Kota Bandung. (RN)
