Konten dari Pengguna

Latar Belakang Pembentukan Badan Keamanan Rakyat Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pembentukan badan keamanan rakyat, sumber foto: Pixabay by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembentukan badan keamanan rakyat, sumber foto: Pixabay by pexels.com

Badan Keamanan Rakyat adalah badan yang dibentuk untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat. Latar belakang pembentukan Badan Keamanan Rakyat ini berawal dari usulan Abikoesno Tjokrosoejoso dan Otto Iskandardinata.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI merupakan pembentuk BKR, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 1945. Kemudian Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan BKR ini pada tanggal 24 Agustus 1945.

Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII karya Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum., Friska Indah Kartika, S.Hum., dan Arif Pradono, S.S., M.I.Kom., berikut latar belakang pembentukan BKR.

Latar Belakang Pembentukan Badan Keamanan Rakyat

Ilustrasi pembentukan badan keamanan rakyat, sumber foto: Alex Andrews by pexels.com

Pembentukan Badan Keamanan Rakyat Indonesia ini berawal dari usulan dua anggota PPKI yaitu Otto Iskandardinata dan Abikoesno Tjokrosoejoso. Pada tanggal 19 Agustus 1945, keduanya mengusulkan untuk dibentuk sebuah badan pembelaan negara.

Badan ini bertujuan untuk menjamin ketentraman umum di Indonesia dan menghadapi penguasa Jepang. Di mana pada waktu itu Jepang masih memiliki persenjataan lengkap dan ingin kembali menguasai Indonesia.

Sayangnya rencana pembentukan badan ini diketahui oleh Jepang. Bahkan pihak Jepang menganggap bahwa usulan pembentukan Badan Keamanan Rakyat adalah bentuk perlawanan rakyat Indonesia.

Kemudian Jepang langsung membubarkan pasukan militer yang mereka bentuk yaitu Heiho dan Peta. Tujuannya untuk memuaskan sekutu dan pastinya melindungi diri dari serangan rakyat Indonesia.

Namun dalam sidang PPKI pihak Indonesia tetap menetapkan akan membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Setelah BKR diresmikan oleh Presiden Soekarno, para pemuda dan mantan anggota Peta merumuskan struktur BKR.

Pastinya struktur BKR dibentuk sesuai dengan teritorial pendudukan Jepang. Namun sebagian besar pemuda lainnya tidak setuju dengan pembentukan BKR (Badan Keamanan Rakyat).

Pertentangan itu membuat Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang baru berdiri satu bulan dibentuk, sudah berganti nama. Jika dulunya adalah Badan Keamanan Rakyat, pada 5 Oktober 1945 berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Sebenarnya, Badan Keamanan Rakyat ini bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama-sama dengan rakyat dan jawatan Negeri yang bersangkutan. BKR juga termasuk bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) bertujuan untuk menjalin ketentraman bangsa Indonesia dan menghadapi penguasaan Jepang. (DSI)