Konten dari Pengguna

Latar Belakang Perang Jagaraga Beserta Kronologinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Latar Belakang Perang Jagaraga. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Latar Belakang Perang Jagaraga. Sumber: Unsplash

Latar belakang Perang Jagaraga adalah karena pemerintah kolonial Belanda ingin menghapus hak tawan karang.

Dikutip dari buku I Gusti Ketut Jelantik hingga I Gusti Ngurah Made Agung oleh Toto Sugiarto, dkk., perang Puputan Jagaraga mempunyai arti perang sampai titik darah penghabisan.

Lantas, bagaiana latar belakang dari Perang Jagaraga itu sendiri?

Latar Belakang Perang Jagaraga

Ilustrasi Latar Belakang Perang Jagaraga. Sumber: Unsplash

Perang Jagaraga yang juga dikenal dengan nama Perang Bali II merupakan perang yang dilakukan Patih Jelantik dan rakyat Buleleng dalam melawan Belanda di Bali. Perang ini terjadi akibat pemerintah kolonial Belanda mempunyai keinginan untuk menghapus hak tawan karang.

Tawan Karang sendiri adalah tradisi Bali dimana kapal yang karam serta terdampar di pesisir Bali menjadi hak raja yang berkuasa di tempat tersebut. Perang Jagaraga terjadi sejak 1848 sampai 1849.

Perang Jagaraga dilatar belakangi oleh tidak taatnya Raja Buleleng yaitu I Gusti Ngurah Made Karangasem serta Maha Patih I Gusti Ketut Jelantik dalam perjanjian damai atas kekalahan perang Buleleng pada 1846.

Perjanjian tersebut ditandatangani Raja Karangasem dan Raja Buleleng dan berperan dalam Perang Buleleng. Adapun isi perjanjian tersebut yaitu:

  • Kedua kerajaan wajib mengakui berada di bawah kekuasaan Gubernemen serta mengakui raja Belanda sebagai tuan.

  • Dilarang membuat perjanjian bersama bangsa kulit putih lainnya

  • Menghapus peraturan Tawan Karang

  • Membayar biaya perang sebesar 300.000 gulden, raja Beleleng harus membayar 2/3 sedangkan raja Karangasem 1/3 dan dilunasi dalam 10 tahun

Kronologi Perang Jagaraga

Pada 8 Juni 1848, Belanda menyerbu melalui Pelabuhan Sangsit dengan 22 kapal perang beserta meriamnya. Sebanyak 250 sedadu Belanda tewas dan menjadi tanda bahwa Belanda kalah dalam Perang Jagaraga pertama.

Setelah itu, I Gusti Ketut Jelantik memprediksi bahwa Belanda akan melakukan balasa. Maka dai itu, beliau selalu mengobarkan semangat para prajurit serta berlatih perang.

Adapun upaya lainnya adalah meningkatkan peralatan perang serta logistik dan selalu waspada dengan serangan mendadak. Sementara itu, pada April 1849 Belanda juga melakukan persiapan dalam menggempur prajurit Jagaraga.

Pertempuran pun pecah dengan tidak ada seorang pun pasukan Jagaraga yang mundur maupun melarikan diri. Hasilnya, seluruh pasukan Jagaraga gugur serta Benteng Jagaraga dikuasai Belanda pada 19 April 1849.

Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai latar belakang Perang Jagaraga beserta kronologinya.(LAU)