Latar Belakang Terjadinya Reformasi dan Ciri-ciri Gerakan Reformasi

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latar belakang terjadinya reformasi menjadi salah satu sejarah yang dapat dipelajari hingga kini.
Dikutip dari buku Reformasi Administrasi Publik oleh Ahmad Farouq, dkk., istilah reformasi pertama kali digunakan oleh Alstair Armstrong dalam buku berjudul Europen Reformation dimana kata reformasi digunakan melihat pergerakan yang terjadi di Eropa.
Lantas, apa latar belakang terjadinya reformasi beserta ciri-cirinya?
Latar Belakang Terjadinya Reformasi
Latar belakang terjadinya reformasi utamanya akibat krisis ekonomi pada 1997. Selain itu, ada berbagai hal yang juga mendukung lahirnya reformasi, yaitu:
1. Krisis Ekonomi
Krisis ekonomi ditandai dengan semakin lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi 0 persen. Adapun tanda lainnya adalah sebagai berikut:
Pemerintah melakukan likuidasi 16 bank pada 1997 akhir.
Lemahnya kurs rupiah dibandingkan dolar Amerika Serikat.
Perusahaan negara dan swasta banyak tidak mampu membayar hutang luar negari yang jatuh tempo.
Pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang bertugas mengawasi 40 bank bermasalah.
Angka PHK meningkat akibat tak sedikit perusahaan melakukan efisiensi hingga berhenti beroperasi.
2. Krisis Hukum
Latar belakang terjadinya reformasi yang berikutnya adalah akibat krisis hukum, salah satunya mengenai kekuasaan kehakiman. Dalam UUD 1945 Pasal 24, dijelaskan bahwa hakim seharusnya memiliki indendensi dalam mengadili suatu kasus dan lepas dari kekuasaan eksekutif.
Kenyataannya, hakim justru ada di bawah eksekutif. Maka dari itu, masyarakat menuntut reformasi aparat penegak hukum, yurisprudensi, ajaran hukum, peraturan, dan berbagai praktik hukum lain.
3. Krisis Kepercayaan
Terjadinya praktik KKN pada kalangan pemerintah menyebabkan rasa tidak percaya di kalangan masyarakat. Pasalnya, KKN tersebut terjadi baik di bidang kehakiman, parleman, perbankan, sampai peradilan.
Ciri-ciri Gerakan Reformasi
Berikut ini beberapa ciri dari gerakan reformasi:
Dilakukan akibat penyimpangan dalam kehidupan berbangsa bernegara.
Dilakukan berdasar cita-cita Pancasila yang merupakan ideologi bangsa dan negara.
Dilakukan berdasar kerangka UUD 1945 yang merupakan kerangka dasar dari gerakan reformasi.
Diarahkan menuju perubahan kehidupan kenegaraan ke arah yang lebih baik.
Mempunyai formulasi menuju Indonesia baru.
Nah, itu dia sekilas pembahasan mengenai latar belakang terjadinya reformasi dan ciri-ciri gerakan reformasi. (LAU)
