Legenda Nai Manggale Berasal dari Mana? Ini Kisahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legenda Nai Manggale merupakan salah satu mitos yang terkenal di Indonesia dan memperkaya cerita rakyat yang menarik di Indonesia. Lantas legenda Nai Manggale berasal dari mana? Lalu bagaimana kisahnya?
Untuk mengetahui legendanya yang menarik, simak dalam pembahasan berikut ini!
Legenda Nai Manggale
Kisah Legenda Nai Manggale bermula dari Datu Panggana yang hidup di Tapanuli, Sumatera Utara. Datu Panggana merupakan seorang pematung yang terkenal pada masanya.
Pada suatu ketika, dia mempunyai inspirasi mengukir kayu menjadi patung perempuan yang cantik. Kemudian dia meletakkan patung tersebut di depan rumahnya.
Lantas ada pedagang yang lewat dan terpikat dengan patung tersebut, laki-laki itu bernama Bao Partigatiga. Patung perempuan itu terlihat sangat mirip manusia sungguhan dan akhirnya dia meletakkan pakaian serta perhiasan indah pada patung perempuan tersebut.
Bao Partigatiga kemudian meninggalkan rumah Datu Panggana. Selanjutnya, ada seorang pendeta bernama Datu Partoar dan sang istri melewati patung tersebut.
Mereka kemudian berdoa Kepada Tuhan agar menghidupkan patung tersebut. Para Dewa akhirnya mengabulkan doa Partoar dan akhirnya patung tersebut berubah menjadi gadis sangat cantik.
Datu Partoar dan istrinya membawa gadis tersebut dan memberikan nama Nai Manggale. Kabar kecantikan Nai Manggale tersebar hingga seluruh desa.
Nai Manggale mengatakan dengan jujur kepada semua orang desa bahkan ia merupakan patung yang hidup sebab anugerah Tuhan. Datu Panggana yang mengetahuinya akhirnya mengejar Datu Partoar dengan tujuan mengklaim karyanya.
Sedangkan, Bao Partigatiga mengklaim hak untuk hidup patung tersebut. Ketiga pria tersebut akhirnya berdebat satu sama lain untuk memperebutkan Nai Manggale.
Akhirnya ada seorang pria tua yang memberi solusi atas masalah yang terjadi, namanya Aji Bahir. Solusi yang dia berikan adalah, Datu Panggana sebagai paman Nai Manggale, Bao Partigatiga sebagai saudaranya, serta Datu Partoar sebagai ayahnya.
Akhirnya ketiga pria tersebut setuju dan mereka hidup menjadi satu keluarga dan bahagia.
Pdt. Jonar T.H. Situmorang dalam buku berjudul Asal-Usul, Silsilah, dan Tradisi Budaya : Batak Toba menjelaskan bahwa legenda Putri Nai Manggale sebenarnya menggambarkan tentang (turi-turian) asal muasal Dalihun Natolu di dalam kekerabatan Batak.
Dari cerita tersebut menjelaskan tentang hakikat Dalihan Natolu, yakni adanya musyawarah menyelesaikan masalah demi kebaikan orang yang dikasihi dalam hal ini Putri Nai Manggale.
Demikianlah kisah menarik Nai Manggale yang menjadi legenda di Sumatera Utara. Semoga bermanfaat! (eK)
