Konten dari Pengguna

Legenda Rawa Jombor, Objek Wisata di Klaten yang Terkenal

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi legenda rawa jombor. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi legenda rawa jombor. Foto: Pexels

Legenda Rawa Jombor memang kerap didengar terutama sejak zaman penjajahan Belanda. Kabarnya, sebelum menjadi danau, tempat tersebut sebenarnya adalah sebuah perkampungan.

Lalu bagaimana kisah menariknya? Simak artikel di bawah ini untuk mendapat informasi selengkapnya mengenai legenda Rawa Jombor.

Legenda Rowo Jombor

Ilustrasi legenda rawa jombor. Foto: Pexels

Rowo Jombor adalah sebuah waduk atau rawa buatan yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Waduk ini awalnya dibangun untuk keperluan irigasi, namun kini juga berfungsi sebagai objek wisata dan tempat pemancingan.

Selain itu, Rowo Jombor dikenal dengan keramba-keramba ikan yang dikelola oleh penduduk setempat, serta restoran apung yang menyajikan aneka hidangan berbahan dasar ikan.

Tempat ini menjadi tujuan wisata lokal yang populer, terutama bagi mereka yang ingin menikmati pemandangan alam dan aktivitas rekreasi air.

Namun, bagaimana waduk ini bisa terbentuk? Rowo Jombor diketahui sudah ada sebelum tahun 1940, tepatnya saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Pada awalnya, danau itu adalah sebuah perkampungan yang cekung.

Hal itu membuat kampung tersebut sering kebanjiran di saat hujan. Lambat laun, warga mulai meninggalkan desa. Barulah pemerintah Belanda menyulapnya menjadi waduk.

Ditambah lagi, terdapat Kali Ujung yang mengalirkan airnya hingga ke Kali Dengkeng di sisi barat laut wilayah tersebut. Kali Ujung yang sering kelebihan air saat musim hujan akhirnya melebar hingga menjadi rawa.

Waduk itu digunakan sebagai tempat penampungan air untuk irigasi sawah dan perkebunan milik Hindia Belanda. Baru pada tahun 1965, danau tersebut dibuatkan tanggul.

Rowo Jombor sendiri memiliki bentuk tidak beraturan, dengan panjang 7,5 km dan kedalaman 4,5 m. Waduk ini dapat menampung air sebanyak 4 juta m³.

Nama Rawa Jombor berkaitan dengan lokasinya yang berupa daerah rawa yang diketahui sering tergenang air. Sedangkan Jombor diyakini merupakan nama lama dari Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.

Rawa Jombor termasuk bagian dari warisan geologi yang disebut Bayat Purba. Lokasi tersebut sudah lama terbentuk dan berpotensi sebagai situs geologi dan dapat menjadi warisan dunia.

Demikian pembahasan mengenai legenda Rawa Jombor yang merupakan waduk buatan di Klaten. (SP)