Letak Kerajaan Minangkabau atau Pagaruyung beserta Fakta dan Peninggalannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Minangkabau termasuk salah satu kerajaan di nusantara yang pernah mengalami masa Hindu-Buddha kemudian berubah menjadi bercorak Islam. Letak Kerajaan Minangkabau atau Pagaruyung berada di Provinsi Sumatera Barat dan sebagian Riau.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, saat didirikan oleh Adityawarman pada sekitar 1347 M, kerajaan Minangkabau masih bercorak Hindu-Buddha.
Kerajaan Minangkabau kemudian resmi berubah menjadi kesultanan Islam pada abad ke-17, dalam masa pemerintahan Sultan Alif.
Letak Kerajaan Minangkabau atau Pagaruyung beserta Fakta dan Peninggalannya
Letak Kerajaan Minangkabau berada di Provinsi Sumatera Barat dan sebagian Provinsi Raiu sekarang. Setelah hampir lima abad berkuasa kerajaan Minangkabau runtuh dalam peristiwa yang dikenal dengan Perang Padri.
Puncak Kejayaan Kerajaan Minangkabau
Kerajaan Minangkabau pernah menjadi sangat kuat hingga berhasil melebarkan kekuasaannya ke wilayah Sumatera bagian tengah. Dari berita di China, diketahui bahwa antara 1371 hingga 1377 Masehi Adityawarman pernah mengirimkan utusan ke Dinasti Ming sebanyak enam kali.
Hubungan dengan Belanda dan Inggris
Ketika VOC berhasil mengalahkan Kesultanan Aceh pada tahun 1667, kekuatan Kerajaan Minangkabau pun kembali. Menjelang akhir abad ke-17, kehidupan ekonomi Kerajaan Minangkabau yang ditopang oleh produksi emas mulai menarik minat kepada Belanda dan Inggris.
Pada tahun 1684, diutus Tomas Dias oleh Gubernur Jenderal Belanda di wilayah Malaka ke Minangkabau. Semenjak itu, mulai terbina komunikasi serta perdagangan antara VOC dan Minangkabau.
Antara tahun 1795 sampai tahun 1819, Minangkabau sempat berada pada kekuasaan Inggris. Tetapi setelah ditandatanganinya Traktat London pada 1824, Belanda memastikan kembali pengaruhnya di Minangkabau.
Keruntuhan Kerajaan Minangkabau
Kemunduran Kerajaan Minangkabau hingga akhirnya runtuh disebabkan adanya Perang Padri di antara tahun 1803 sampai 1838. Pada awal abad ke-19, kekuasaan raja Minangkabau memang telah melemah, meskipun masih tetap dihormati.
Permusuhan antara keluarga kerajaan Minangkabau dengan kaum Padri tidak dapat dicegah hingga menimbulkan korban jiwa. Untuk melawan kaum Padri, keluarga Kerajaan Minangkabau terpaksa meminta bantuan kepada Belanda.
Pada 10 Februari 1821, Sultan Alam Bagagarsyah, raja terakhir Minangkabau, menandatangani pernjanjian dengan pihak Belanda dan dianggap sebagai bentuk penyerahan.
Peninggalan Kerajaan Minangkabau
Berikut apa saja peninggalan dari Kerajaan Minangkabau.
Istana Minangkabau
Makam raja Minangkabau
Prasasti Batusangkar
Prasasti Suruaso
Prasasti Bandar Bapahat
Demikian penjelasan letak kerajaan Minangkabau atau Pagaruyung beserta fakta dan peninggalannya. (ARH)
