Letak Kerajaan Sriwijaya, Sejarah, dan Ragam Peninggalannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi salah satu kerajaan terbesar di nusantara yang bercorak Budha sekaligus simbol kerajaan maritim Indonesia. Kerajaan ini mampu menguasai perairan nusantara hingga luar negeri.
Wilayah kekuasaannya membentang dari Kamboja, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, Sumatera, serta sebagian Jawa. Nama Sriwijaya sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Sri yang artinya cahaya dan Wijaya berarti kemenangan.
Beberapa ahli memiliki pendapat berbeda tentang letak Kerajaan Sriwijaya. Untuk mengetahui penjelasannya, simak uraiannya di bawah ini!
Letak Kerajaan Sriwijaya
Disebutkan dalam Prasasti Kota Kapur, Kerajaan Sriwijaya didirikan sekitar abad ke-7 oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Ia juga menjadi salah satu kerajaan terbesar di Indonesia yang berkembang pada abad ke-17 sampai 13.
Kerajaan ini sempat menguasai perdagangan serta maritim kawasan Asia Tenggara. Demikian penjelasan dalam situs sma13smg.sch.id.
Beberapa ahli berpendapat bahwa letak Kerajaan Sriwijaya atau pusat kerajaan berpindah-pindah. Mulanya dari Kedah, lalu ke Muara Takus, sampai Jambi.
Sementara G. Coedes pada 1918 menyatakan pusat wilayah Kerajaan Sriwijaya ada di Palembang. Catatan sejarah pun menyebutkan keberadaan atau letak Kerajaan Sriwijaya adalah di tepi Sungai Musi, Palembang.
Sejarah Singkat Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya meraih puncak kejayaan di masa pemerintahan Raja Balaputradewa sekitar abad ke-8 hingga 9 masehi.
Di masa ini Sriwijaya dapat menguasai jalur perdagangan Selat Malaka serta memperluas wilayah kekuasaannya hingga Jawa Barat, Bangka, Belitung, Singapura, sampai Thailand Selatan.
Pengamanan wilayah laut dilakukan kerajaan dengan cara membangun armada laut yang kuat.
Dengan demikian, kapal asing yang ingin melakukan perdagangan akan merasa aman. Selanjutnya, Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim yang kokoh pada masanya.
Seiring berjalannya waktu, kerajaan tersebut lantas mengalami kemunduran sekitar abad ke-11.
Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain serangan dari Dinasti Chola (India Selatan) yang dipimpin Rajendra Chola I, wilayah kekuasaan yang mulai melepaskan diri seiring melemahnya kondisi internal kerajaan, dan masuknya ajaran Islam ke wilayah kekuasaan Sriwijaya.
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Terdapat beberapa peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang masih dapat ditemukan sampai saat ini, yaitu:
Prasasti Kota Kapur
Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Talang Tuo
Prasasti Telaga Batu
Prasasti Karang Berahi
Prasasti Palas Pasemah
Prasasti Ligor
Demikian pembahasan mengenai letak Kerajaan Sriwijaya beserta dengan sejarah dan ragam peninggalannya. (DN)
